Ponorogo (beritajatim.com) – Siswa disiapkan menjadi lulusan yang siap memasuki dunia kerja, memang benar adanya bagi mereka yang menempuh pendidikan di sekolah menengah kejuruan (SMK).
Siswa dibekali dengan berbagai keahlian khusus sesuai dengan program keahlian yang dipilih. Seperti yang telah dilakukan oleh SMKN 2 Ponorogo.
Tidak hanya memberikan pendidikan keahlian saja, namun sekolah tersebut juga mendorong sejak dini untuk bersaing, supaya kelak lulusannya memiliki mental yang tangguh di dunia kerja.
Salah satu yang dilakukan, yakni mengikutkan peserta didik di SMKN 2 Ponorogo mengikuti berbagai perlombaan, sesuai keahlian yang dipilih.
“Belum lama ini, sekolah kami mengikutkan anak-anak dalam festival lomba tata rias mataraman,” kata Wakil kepala Humas SMKN 2 Ponorogo, Sri Sumaryana, Jumat (11/11/2022).
Lomba yang bertajuk Mataraman Art Festival itu, kegiatan lomba tata rias se-Bakorwil Madiun. Kegiatan itu diadakan dalam rangka hari jadi ke-77 Jawa Timur. Perlombaan itu sedikitnya diikuti oleh 24 peserta dari SMK/SMA di wilayah Bakorwil Madiun. Perwakilan dari Kabupaten Ponorogo salah satunya SMKN 2 Ponorogo.
“Dalam lomba itu, sekolah kami mengikuti 2 peserta, dengan tema yang berbeda,” katanya.
Model pertama, dirias oleh Dania Rohadatul Aisy, dalam riasannya mengusung tema rias mataraman adat Jogja. Dengan menggunakan baju motif bunga-bunga dan sanggul ataupun ornamen khas Jogja.

Sedangkan model yang kedua dirias oleh Eka Mahmudah. Eka mengusung tema rias mataraman adat Solo dengan kombinasi jarik merak dari Ponorogo. Dalam lomba ini, semua peserta bersaing menunjukkan keahlian, ketelitian dan kreativitas merias untuk menghasilkan riasan yang bagus.
“Dania dan Eka saat itu menunjukkan hasil riasan yang bagus, halus dan serasi dengan baju maupun asesoris yang digunakan modelnya,” kata Sri panggilan Sri Sumaryana.
Sri tak asal memuji anak didiknya itu, sebab hasil itu terlihat saat penilaian total look model melakukan fashion show dipanggung. Semua juri dan peserta maupun penonton terpukau melihat keanggunan,keserasian dan kecantikan model dari SMKN 2 ponorogo.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ponorogo”]
Perjuangan tidak menghianati hasil. Kerja keras 2 peserta dari SMKN 2 Ponorogo terbayar, saat melihat pengumuman bahwa semua memperoleh nominasi kejuaraan. Dania Rohadatul Aisy mendapatkan juara 2 dan Eka Mahmudah mendapatkan juara harapan 1.
Beberapa minggu mempersiapkan lomba mulai dari seleksi, berlatih merias setiap hari di sekolah dan persiapan aksesoris maupun baju yang mau digunakan, ternyata tidak sia-sia.
“Menurut saya, ini merupakan pemberi semangat bagi anak-anak. Mereka menjadi lebih kreatif dan bisa memunculkan ide mereka dengan mengikuti berbagai perlombaan. Nanti jika sudah terjun ke dunia kerja, mereka sudah profesional,” ujar Hani Musarofah, salah satu guru pendamping dari SMKN 2 Ponorogo. (end/ted)






