Ponorogo (beritajatim.com) – Dua Sekolah Dasar (SD) negeri di Kabupaten Ponorogo dipastikan tidak menggelar Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) 2022. Dua SD itu yakni SD Negeri 1 Sekaran di Kecamatan Siman dan SD Negeri 2 Tegalombo di Kecamatan Kauman.
Dua SD negeri tersebut tak melaksanakan ANBK di akhir Oktober nanti lantaran tidak memiliki siswa kelas 5. Sementara dalam pelaksanaan ANBK, pesertanya adalah perwakilan dari kelas 5.
“Dari 579 SD, baik negeri maupun swasta di Ponorogo yang tidak mengikuti ANBK ada dua sekolah, yakni SDN 1 Sekaran dan SDN 2 Tegalombo,” kata Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Ponorogo, Edy Suprianto, Kamis (13/10/2022).
Edy menjelaskan, ANBK diikuti oleh perwakilan siswa kelas 5 sebanyak 10 anak. Pihak sekolah yang memilih sendiri siswanya yang menjadi perwakilan mengikuti ANBK. Namun, jika sekolah yang bersangkutan memiliki siswa kelas 5 kurang dari 10 anak, maka jumlah siswa yang ada itulah yang mengikuti ANBK.
“Aturannya 10 siswa, tetapi kalau kurang dari segitu ya semua siswa kelas 5 harus ikut ANBK,” katanya.
Untuk diketahui sebelumnya, ANBK 2022 jenjang SD bakal dilaksanakan pada pekan keempat bulan ini. Di Kabupaten Ponorogo, sebanyak 77 lembaga sekolah tingkat SD baik negeri dan swasta harus nebeng ke sekolah lain dalam pelaksanaan ANBK.
Hal tersebut terpaksa dilakukan, sebab sekolah yang bersangkutan tidak memiliki sarana dan prasarana lengkap untuk melakukan ANBK secara mandiri.
“Ada 77 SD baik negeri dan swasta pelaksanaannya numpang di sekolah lain, karena sarana dan prasarana belum lengkap. Nebengnya di SMP terdekat dengan sekolah yang bersangkutan,” kata Edy.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Ponorogo”]
Edy menyebut dari 579 SD baik negeri dan swasta di Kabupaten Ponorogo, sebanyak 577 lembaga yang mengikuti ANBK. Dari jumlah sekolah yang mengkuti ANBK itu, sebanyak 500 lembaga melakukan ANBK secara mandiri, karena lengkap sarana dan prasarananya. Mulai dari komputer, cromebook maupun laptop.
“Jadi sekolah SD baik negeri maupun swasta yang melaksanakan ANBK secara mandiri ada 500 sekolah,” katanya.
Pelaksanaan ANBK jenjang SD itu bakal dilaksanakan pada tanggal 24-27 Oktober 2022. Materinya literasi, numerasi dan karakter. Edy menyebutkan bahwa ANBK bukan hanya untuk siswa saja, namun juga berlaku untuk guru.
Menurutnya, ANBK sebuah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Sehingga mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran.
“Selain siswa, pelaksanaan ANBK juga untuk guru. Jadwal pelaksanaan ANBK rencananya tanggal 24-27 Oktober 2022 nanti,” pungkasnya. [end/beq]






