Pamekasan (beritajatim.com) – Dua dari total 13 kecamatan berbeda di kabupaten Pamekasan, dipastikan bebas dari bencana kekeringan akibat kemarau pada tahun 2023.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Pamekasan, Fattah Jasin disela kunjungan bersama Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur, H Imam Utomo di salah satu titik kekeringan di Desa Pegagan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Kamis (24/8/2023) kemarin.
“Berdasar data BPBD Pamekasan, hanya terdapat 2 (dua) kecamatan dari 13 kecamatan berbeda di Pamekasan, dinyatakan bebas dari kekeringan pada musim kemarau tahun ini, yakni Kecamatan Pakong, dan Pamekasan (Kota),” kata Wakil Bupati Pamekasan, Fattah Jasin.
Baca Juga: Kekeringan Landa 11 Kecamatan di Pamekasan
Sementara 11 kecamatan lainnya di Pamekasan, dinyatakan terdampak kekeringan. “Titik kekeringan di Pamekasan, tersebar di 321 dusun tersebar di 77 desa berbeda. Jumlah ini tersebar di 11 dari total 13 kecamatan berbeda,” ungkapnya.
Sebelumnya Ketua PMI Jatim, Imam Utomo bersama rombongan pengurus, didampingi Ketua PMI Pamekasan, Sigit Priyono beserta jajaran, berkunjung ke salah satu titik kekeringan di Pamekasan.
Dalam kunjungan tersebut, ia juga memberikan bantuan air bersih gratis bagi masyarakat terdampak kekeringan di wilayah setempat. Bahkan organisasi yang dipimpinnya juga mengirimkan belasan armada tangki ke sejumlah titik kekeringan di Jatim, di antaranya di Pamekasan.
“Sejauh ini, kami sudah memerintahkan Pengurus PMI Jawa Timur, agar mengirimkan armada tangki air ke sejumlah daerah di Jawa Timur yang mengalami kekeringan, sekaligus sebagai upaya membantu masyarakat terdampak kekeringan,” pungkasnya. [pin/ted]






