Malang (beritajatim.com) – Hujan deras di Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, mengakibatkan belasan pohon tumbang, Rabu (2/2/2022) malam.
Pohon berukuran besar jenis Angsana ini menutup ruas jalan raya alternatif Malang-Kepanjen via Kendalpayak, Pakisaji. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dua Gapura Desa mengalami kerusakan. Tumbangnya pohon juga memutuskan jaringan kabel listrik di tempat itu.
[berita-terkait number=”5″ tag=”angin-kencang”]
Camat Kepanjen Eko Margianto mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Saat kejadian, angin bertiup sangat kencang hingga menumbangkan sejumlah pohon besar di pinggir jalan raya Curungrejo, Kepanjen.
“Kerusakan ada dua Gapura Desa yang tertimpa pohon. Tidak ada korban jiwa. Kami masih melakukan pembersihan pohon tumbang yang menutup akses jalan,” ungkap Eko, Rabu (2/2/2022) malam di lokasi kejadian.
Menurut Eko, hujan disertai angin kencang terjadi sejak petang hari. “Ada empat pohon tumbang yang melintang di jalan. Kita bersihkan bersama BPBD Kabupaten Malang, Muspika dan pemerintah desa. Sejauh ini kami masih lakukan assesment apakah ada rumah warga yang rusak,” tegasnya.
Sementara itu, Wiwik Mujiati (53), warga Desa Curungrejo, Kepanjen mengaku, angin bertiup sangat kencang sebelum menumbangkan pohon berukuran cukup besar. “Sempat takut tadi, anginya besar sekali. Kemudian terdengar suara pohon bertumbangan. Alhamdulillah kita semua masih selamat,” pungkasnya. [yog/suf]






