Surabaya (beritajatim.com) – Layanan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak Surabaya mengalami gangguan signifikan akibat serangan hacker ke server Pusat Data Nasional (PDN) yang dikelola Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).
Hal ini menyebabkan terhambatnya pencetakan 2.600 paspor dan tertundanya layanan percepatan paspor satu hari jadi.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat gangguan ini. Kami terus berupaya bersama dengan Kominfo untuk memulihkan layanan secepatnya,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak Surabaya, I Gusti Bagus M. Ibrahiem.
Meskipun demikian, proses permohonan paspor secara keseluruhan masih berlangsung seperti biasa. Namun, sebagian dilakukan secara manual.
Pemohon yang telah terjadwal melalui aplikasi M-Paspor tetap dilayani untuk proses wawancara dan pengambilan data biometrik.
Salah satu pemohon paspor, Hasna, mengungkapkan bahwa meskipun terdapat sedikit kendala pada aplikasi M-Paspor, proses perpanjangan paspornya tetap berjalan. Pihak imigrasi menjanjikan paspornya akan tercetak dalam waktu satu minggu, tepat waktu untuk wisatanya ke Singapura.
“Kalau di sini (Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak Surabaya) tidak ada masalah, tapi kalau di aplikasi memang sempat ada kendala,” kata Hasna.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Perak Surabaya berharap agar server PDN Kominfo dapat segera pulih dan kembali normal. Gangguan ini berakibat pada terhambatnya berbagai layanan publik yang bergantung pada data di server PDN. [irw/beq]






