Ponorogo (beritajatim.com) – Setidaknya ada 170 calon haji asal Ponorogo yang berusia lanjut (diatas 65 tahun) berpotensi berangkat tahun ini ke tanah suci. Mereka merupakan bagian dari 314 calon haji yang tahun lalu ditunda keberangkatannya.
Penundaan keberangkatan itu, lantaran adanya pembatasan-pembatasan yang diterapkan di negara Arab Saudi karena adanya pandemi Covid-19. Salah satunya waktu itu, batas usianya harus dibawah 65 tahun.
Seiring berjalannya waktu dan kondisi Covid-19 global yang juga turun, akhirnya Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas bersama Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al Rabiah beberapa hari lalu, menyepakati tidak adanya pembatasan usia. Dengan tidak adanya pembatasan usia, potensi calon haji yang berusia 65 tahun yang tahun lalu gagal berangkat, mungkin waktunya tahun ini berangkat ke tanah suci.
[berita-terkait number=”5″ tag=”haji”]
“Sesuai kesepakatan, tahun ini sudah tidak ada pembatasan usia jemaah haji. Artinya, jemaah 65 tahun ke atas juga dapat berangkat haji tahun ini,” tegas Menag Yaqut Cholil Qoumas, dikutip dari laman resmi Kemenag RI.
Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, Mohammad Tohari mengatakan bahwa ada 170 calon haji dari bumi reog yang berusia lanjut. Kemungkinan besar, mereka tahun ini akan berangkat untuk ibadah haji di Saudi Arabia nanti. Sebab, memang sudah porsinya berangkat. Karena 170 calon haji ini merupakan bagian dari 314 calon haji yang tahun 2022 lalu dipending keberangkatannya.
“Kemungkinan besar ikut berangkat, porsinya memang sudah berangkat. Apalagi tahun ini, sesuai yang disampaikan oleh Menah, bahwa tidak ada batasan usia,” ungkap Mohammad Tohari, Rabu (11/01/2023).
Terkait kuota haji tahun 2023, Tohari menyebut pihaknya belum bisa menyampaikan. Sebab, pihaknya juga belum mendapatkan informasi berapa jatah calon haji yang berangkat tahun ini. Namun, untuk kuota haji nasional, Tohari menyebut ada 221 ribu jamaah. Dimana, dari jumlah itu, terdiri dari haji reguler sebanyak 203.320 orang, haji khusus 17.680 orang dan 4.200 orang berangkat ke tanah suci sebagai petugas.
“Kuotanya kemungkinan bisa bertambah yang berangkat tahun ini. Sebab tahun lalu yang berangkat hanya 194 orang. Sementara normalnya untuk Kabupaten Ponorogo biasanya ada 500 hingga 600 orang yang berangkat,” pungkasnya. (end/kun)






