Surabaya (beritajatim.com) – Tak banyak yang tahu, hari ini tepatnya pada 17 Maret menjadi peringatan Hari Tidur Sedunia atau World Sleep Day, yang mana selalu dirayakan setiap tahunnya. Hari istimewa ini lahir dengan tujuan untuk mengedukasi masyarakat terkait pentingnya tidur, serta membantu mereka yang memiliki masalah pada pola tidurnya.
Tidur sendiri menjadi kegiatan yang sering diremehkan. Padahal, kekurangan tidur akan memberikan efek yang negatif pada tubuh. Demikian pula dengan pola tidur yang sehat, seperti tidur 7 – 8 jam sehari, apabila kurang dari itu maka tidak hanya mengganggu kesehatan tubuh tapi juga mental.
Faktanya, menurut American Sleep Association ada lebih dari 50 hingga 70 juta orang yang mengalami gangguan tidur. Lebih dari 25 juta orang menderita sleep apnea dan masalah tidur yang paling sering dikeluhkan adalah insomnia, yakni ketidakmampuan untuk tidur sepanjang malam.
Sejarah Hari Tidur Sedunia
Hari Tidur Sedunia pertama kali diselenggarakan pada tahun 2008, yang mana merupakan tindakan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya tidur dan bertujuan membantu mereka yang memiliki masalah serius pada pola tidur.
Perayaan ini digawangi oleh World Sleep Day Committee atau Komite Hari Tidur Sedunia oleh World Sleep Society, berawal dari sekelompok tenaga kesehatan profesional yang sedang meneliti mengenai tidur dan pengobatan untuk tidur.
BACA JUGA: Hari Ginjal Sedunia 2023, Simak Sejarah dan Cara Memperingatinya
Hari Tidur Sedunia ini dirayakan pada hari Jumat sebelum ajang Spring Vernal Equineox setiap tahun. Selain itu, Hari Tidur Sedunia juga memiliki 155 acara tahunan yang diadakan di seluruh dunia dan diikuti oleh lebih dari 70 negara.
Fokus dari peringatan ini terletak pada berbagai masalah yang berkaitan dengan tidur, obat tidur, edukasi mengenai kegiatan tidur, serta efek sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari – hari apabila seseorang mengalami kurang tidur.
Selain itu, salah satu masalah yang banyak dimiliki oleh masyarakat di era modern ini adalah kesulitan untuk tidur, mulai dari tingkat yang paling rendah hingga paling parah. Masalah ini kerap dianggap enteng, padahal memiliki pengaruh yang sangat besar dalam keseharian.
Dengan adanya Hari Tidur Sedunia, maka diharapkan agar seluruh penduduk dunia dapat bersatu padu untuk membahas permasalahan tidur, mencari solusi serta mencegah munculnya permasalahan – permasalahan baru terkait kegiatan tidur.
Cara Merayakan Hari Tidur Sedunia
Merayakan Hari Tidur Sedunia bukan berarti kalian bisa tidur seharian penuh, karena tidur yang berlebihan pun juga tidak memiliki dampak yang baik. Sebaliknya, kalian bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan mengikuti event – event yang bisa meningkatkan kesadaran akan tidur atau membantu menyebarkan di media sosial.
BACA JUGA: Sejarah Hari Pengangguran Internasional, Diawali Krisis Besar Amerika Serikat
Selain itu, kalian juga bisa merayakannya dengan mencoba mengatur pola tidur diri sendiri atau bahkan membeli kasur baru dalam rangka mendukung pola tidur yang lebih sehat lagi.
Sementara itu, jika kalian adalah orang yang memiliki masalah pada tidur, maka pada hari ini kalian bisa mencoba untuk berbicara pada seorang profesional untuk mendapatkan bantuan. (mnd/nap)






