Makkah (beritajatim.com) – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia yang juga mengemban amanah sebagai anggota Amirulhaj 1447 H/2026 M, Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa seluruh indikator rangkaian pelaksanaan ibadah haji mulai dari fase keberangkatan domestik hingga kedatangan jemaah di Madinah dan Makkah telah berjalan sukses sesuai perencanaan makro pemerintah.
Atas capaian positif tersebut, negara memberikan apresiasi tertinggi kepada barisan petugas lapangan, tim medis, serta Pemerintah Kerajaan Arab Saudi atas sinergi diplomasi yang solid musim ini.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, testimoni kepuasan kerja ini dirilis langsung pasca-pendaratan delegasi besar Amirulhaj gelombang kedua di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.
Hadirnya penilaian objektif dari perwakilan sosiologis pemerintah ini sekaligus mengikis habis kecemasan pihak keluarga di tanah air karena membuktikan komitmen nyata negara dalam melindungi 182.332 jemaah reguler Indonesia—termasuk rombongan besar asal berbagai Kabupaten/Kota di Jawa Timur (Embarkasi Surabaya/SUB)—yang kini bersiap menghadapi tantangan cuaca panas ekstrem Makkah berkisar 44 derajat Celsius.
Gus Muhaimin—sapaan akrabnya—menggarisbawahi bahwa keberhasilan transisi gelombang pertama menjadi modal penting bagi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI untuk mengunci konsentrasi pada etape yang paling kritis. “Seluruh rangkaian pelaksanaan ibadah haji sejak keberangkatan hingga kedatangan jamaah di Madinah dan Makkah berjalan baik sesuai perencanaan,” urai Gus Muhaimin saat melakukan konsolidasi evaluasi bersama jajaran pimpinan PPIH.
Pemetaan Total Logistik Menyambut Etape Armuzna
Gus Muhaimin menyatakan, arah kebijakan operasional amirulhaj saat ini diprioritaskan penuh untuk mengaudit kelayakan mitigasi di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Pengawasan melekat menyasar pada presisi jadwal pendorongan kloter, ketersediaan moda transportasi bus taraddudi yang bebas hambatan, pemetaan tata letak tenda maktab, serta manajemen distribusi logistik pangan agar tidak terjadi keterlambatan pasokan di lapangan.
Pemerintah bergerak taktis dengan mengunci jadwal keberangkatan bus dari hotel Makkah menuju Padang Arafah yang akan digulirkan dalam tiga gelombang waktu mulai Senin, 25 Mei 2026 (8 Dzulhijjah) mendatang. Untuk menjamin hak asupan jemaah, Kemenhaj telah mengamankan total 3.082.200 paket katering makanan siap santap (ready to eat) bercita rasa Nusantara yang dibagi dalam skema 15 porsi di dalam area Masyair serta 6 porsi pengapit di kamar hotel.
Penguatan Benteng Medis KKHI Menghadapi Suhu Ekstrem
Selain urusan logistik dan rekayasa jalur satu arah di Jamarat lantai 3 melalui Terowongan Muaisim, aspek pertahanan kesehatan menjadi perhatian utama yang ditekankan oleh Menko Pemberdayaan Masyarakat. Gus Muhaimin meminta jajaran eksekutif PPIH memperketat kesiapsiagaan fasilitas di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) serta menyebarkan tim medis satelit guna melakukan aksi jemput bola memeriksa kondisi fisik jemaah risti secara berkala langsung ke kamar-kamar hotel.
Urgensi kesiapan fisik ini dinilai sangat vital mengingat pelaksanaan inti wukuf di Arafah pada Selasa, 26 Mei 2026 (9 Dzulhijjah) akan sangat menguras stamina jemaah lansia dan disabilitas. Guna mengantisipasi ancaman dehidrasi akut akibat sengatan panas, jemaah diimbau patuh mengikuti instruksi pembatasan gawai dari Kiai Kafabihi, menghentikan aktivitas ibadah sunnah luar ruang yang berlebihan, serta disiplin mengonsumsi air putih minimal 200 ml per jam.
“Pemerintah juga menekankan pentingnya kesiapan kesehatan jamaah dengan menjaga asupan cairan dan istirahat agar mampu menjalani rangkaian ibadah dengan baik. Selain itu, layanan kesehatan haji seperti KKHI akan terus diperkuat untuk memastikan seluruh kebutuhan kesehatan jamaah dapat tertangani selama Armuzna,” pungkas Gus Muhaimin menutup arahannya. [ian/MCH]






