Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menyerahkan penghargaan predikat Desa Mandiri kepada 150 desa dari 18 kecamatan se-Kabupaten Mojokerto. Penyerahan penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati di Pendopo Graha Maja Tama, Pemkab Mojokerto.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mojokerto Yudha Akbar Prabowo menjelaskan, desa yang menerima predikat tersebut yakni di Kecamatan Bangsal ada 11 desa, Dawarblandong ada 14 desa, Dlanggu ada 12 desa, Gedeg ada delapan desa, Gondang ada empat desa, Jatirejo ada sembilan desa.
“Kecamatan Jetis ada 7 desa, Kemlagi ada 10 desa, Kutorejo ada 8 desa, Mojoanyar ada 4 desa, Mojosari ada 8 desa, Ngoro ada 9 desa, Pacet ada 10 desa, Pungging ada 5 desa, Puri ada 10 desa, Sooko ada 7 desa, Trawas ada 4 desa, dan Kecamatan Trowulan ada 10 desa,” ungkapnya, Senin (27/11/2023).
Baca Juga: Polisi Bekuk Kurir Narkoba, Mahasiswa Hukum UB Sebut Perlu Tingkatkan Pencegahan
Dari 299 desa di Kabupaten Mojokerto, lanjut Yuda tahun 2022 lalu sudah ada 69 desa yang mencapai predikat Desa Mandiri. Sementara di tahun 2023 ini, ada 150 Desa Mandiri sehingga total ada 219 Desa Mandiri di Kabupaten Mojokerto. Sehingga tercatat saat ini tinggal 80 desa lagi yang akan diselesaikan di 2024 mendatang.
Sementara itu, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengimbau agar desa yang telah mendapatkan predikat Desa Mandiri harus benar-benar memiliki kemampuan melaksanakan pembangunan untuk mensejahterakan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Yakni melalui aspek ketahanan sosial, ketahanan ekonomi dan ketahanan ekologi berkelanjutan.
“Saya memang sudah meminta agar semua desa di Kabupaten Mojokerto berstatus mandiri semua karena kemajuan kabupaten letaknya ada di desa. Status Desa Mandiri itu artinya mereka mampu menunjukkan dan mengenal potensinya, mengelola, sehingga dapat mewujudkan ketahanan ekonomi sosial maupun kesejahteraan,” bebernya.
Penghargaan Desa Mandiri tersebut berdasarkan desa yang telah berhasil mencapai predikat sebagai desa mandiri serta hasil pemutakhiran Indeks Desa Membangun (IDM). Orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto juga berpesan agar DPMD Kabupaten Mojokerto bisa mendampingi desa-desa yang belum mendapatkan predikat desa mandiri.
Baca Juga: Transisi Pancaroba di Ponorogo, Ada Bencana Longsor dan Angin Kencang, Puluhan Rumah Rusak
“PR DPMD dan pendamping desa harus diselesaikan yakni 80 desa lagi di 2024 nanti. Salah satu yang dilihat dari IDM adalah aksesibilitas (infrastruktur jalan dan digital), ini juga harus support. Proses akan berjalan baik kalau kita membuat target. Kunci nomor satu adalah kades, lalu perangkat desa, diikuti masyarakat,” pungkasnya.
Diketahui, dalam penyerahan penghargaan desa mandiri juga turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr. Ulum Rokhmat, Kepala Bappeda Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi, dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto Elke Winasari. [tin/ian]
![150 Desa di Mojokerto Dapat Predikat Desa Mandiri Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawari menyerahkan penghargaan predikat Desa Mandiri kepada 150 desa di Pendopo Graha Maja Tama, Pemkab Mojokerto. [Foto : ist]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/11/IMG-20231127-WA0012.jpg)





