Bilbao (beritajatim.com) – Kekalahan 0-1 dari Tottenham Hotspur di final Liga Europa dini hari tadi memang atas nama tim. Tetapi, bagi Manchester United, kambing hitam terbesar kegagalan pada laga yang dimainkan di Stadio San Mames, Bilbao, itu mengarah ke kiper Andre Onana.
Bagaimana tidak. Kiper asal Kamerun itu jadi biang kerok gawang United kebobolan pada menit ke-42 via Brennan Johnson. Berawal dari crossing Pape Matar Sarr dari sisi kanan pertahanan United. Bola mengarah ke Johnson yang ditempel ketat bek United Luke Shaw.
Bola mengenai kaki Johnson. Tetapi, setelah itu sempat mengenai lengan Shaw dan meluncur pelan ke sisi kanan bawah tiang gawang Onana.
Seharusnya, bola bisa dengan mudah diamankan Onana. Tetapi, reflek mantan kiper Inter Milan terlambat sedetik sehingga berbuah gol bagi Spurs.
Sontak, serangan bagi Onana di media sosial menyeruak. Jika tactician Ruben Amorim dipertahankan musim depan, Onana disebut harus disingkirkan untuk kebaikan United.
Musim ini Onana memang beberapa kali melakukan blunder fatal yang membuyarkan kemenangan United. Salah satu yang paling parah ketika menghadapi Olympique Lyon pada first leg perempat final (11/4).
“Kami sangat payah musim ini. Kalah di final Liga Europa dan gagal mengalahkan siapa pun (sesama big six, Red) di Premier League,” ujar wide attacker Alejandro Garnacho dilansir The Guardian menambah panas ruang ganti United.
Kekalahan dini hari tadi sekaligus menambah panjang catatan buruk Onana yang selalu kepk di 3 final ajang Eropa. Dua final sebelumnya adalah Liga Champions bersama Inter dua musim lalu ketika dikalahkan Manchester City. Satu final lainnya ketika dia berkostum AFC Ajax di Liga Europa 2016–2017 dan dikalahkan United.
Kebetulan, dalam sepekan terakhir United dirumorkan berminat mendatangkan Emiliano Martinez. Dibu–sapaan Emiliano–sangat mungkin dilepas Aston Villa jika ada tawaran yang cocok. (dio)






