Mojokerto (beritajatim.com) – Seiring dengan dibukanya kuota haji tahun 1443 H oleh Pemerintah Arab Saudi, sebanyak 130 Calon Jemaah Haji (CJH) Kota Mojokerto telah menjalani pemeriksaan kesehatan pada 24-26 Maret 2022 lalu. Sembilan CJH di antaranya belum menjalani pemeriksaan kesehatan lantaran sejumlah alasan.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto, dr Lily Nurlaily mengatakan, sebanyak 130 CJH yang sudah datang memenuhi undangan terkait pemeriksaan kesehatan. “Jadi memang ada 9 orang yang belum datang, 1 orang masih berada di luar negeri,” ungkapnya, Rabu (13/4/2022).
Sedangkan sisanya yang belum melakukan pemeriksaan kesehatan karena belum saatnya melakukan vaksinasi meningitis. Pemeriksaan kesehatan terhadap CJH mengacu pada petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).
“Pemeriksaannya sendiri itu meliputi pemeriksaan fisik kemudian juga pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan oleh para CJH adalah dengan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium ini mendeteksi apakah CJH ada diabetes. Kita lakukan pemeriksaan gula darah, kolesterol, fungsi ginjal dan rontgen,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”haji”]
Untuk CJH yang usianya lebih dari 40 tahun juga dilakukan pemeriksaan EKG atau rekam jantung. Dari 130 CJH yang telah melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang, ditemukan 62 orang memiliki risiko tinggi (risti) dan 77 sisanya adalah non risti. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap CJH risti terdapat bermacam variasi.
“Yang paling banyak ditemukan adalah permasalahan terkait jantung, yang nantinya akan dilakukan rujukan ke RSU. Dari rujukan ke RS nanti akan kita sampaikan untuk kontrol ke puskesmas lagi. Setelah itu nanti keberangkatan ada di asrama haji juga akan dilakukan pemeriksaan oleh petugas yang ada embarkasi,” jelasnya. [tin/but]






