Banyuwangi (berirajatim.com) – Sebanyak 1.218 pelajar dari 13 sekolah di Kecamatan Blimbingsari dan Rogojampi mulai menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sebelumnya resmi diluncurkan oleh Polresta Banyuwangi.
Peluncuran layanan perdana dipusatkan di Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari, Selasa (19/8/2025).
Pelepasan mobil layanan MBG dipimpin langsung oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra bersama Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono. Dalam kegiatan tersebut turut hadir jajaran pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.
Kapolresta Rama mengaku, tahap pertama pengiriman MBG ini menyasar satu kelompok belajar. Ada pula empat Taman Kanak-kanak, enam sekolah dasar, satu madrasah tsanawiyah, dan satu sekolah menengah kejuruan.
Sedangkan secara keseluruhan, target program MBG akan menjangkau 26 sekolah dengan total 3.481 siswa penerima manfaat.
“Layanan makan bergizi gratis ini kita jalankan secara bertahap. Hari ini dimulai dengan 13 sekolah, dan akan terus berlanjut hingga seluruh penerima manfaat di Blimbingsari bisa terlayani,” ujar Rama.
Pihaknya mengaku, program MBG ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo. Polresta Banyuwangi menjadi salah satu institusi kepolisian di Indonesia yang aktif mengambil peran dalam mendukung program strategis tersebut.
Menurutnya, Polri tidak hanya memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia (SDM).
“Gizi yang baik, kesehatan yang prima, dan pendidikan berkualitas adalah tiga pilar utama membangun generasi emas. Karena itu Polri berkomitmen mendukung penuh keberlanjutan program ini,” tegasnya.
Untuk memastikan layanan berjalan optimal, SPPG Polresta Banyuwangi telah diverifikasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Seluruh standar keamanan pangan dan kandungan gizi telah melalui uji kelayakan.
Bahkan, sebanyak 47 tenaga karyawan SPPG dibekali pelatihan khusus tentang food security agar risiko keracunan maupun masalah kesehatan lainnya dapat diantisipasi sejak dini.
“Dari aspek keamanan pangan, kami sudah mempersiapkan dengan matang. Anak-anak tidak hanya mendapatkan makanan, tapi juga gizi yang terjamin aman dan sehat,” tambahnya.
Menariknya, bahan baku yang digunakan dalam penyediaan makanan bergizi ini sebagian besar diperoleh dari petani dan pasar lokal Blimbingsari. Rama menilai, strategi tersebut tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memberi efek domino bagi perekonomian masyarakat.
“Dengan memanfaatkan hasil pertanian dan pasar lokal, program ini sekaligus menjadi pengungkit ekonomi di Blimbingsari. Bahkan bisa membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar,” jelasnya.
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono turut mengapresiasi atas langkah Polresta Banyuwangi yang proaktif melaksanakan program MBG.
Dia menilai sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan program ini. “Dengan adanya kolaborasi lintas sektor, kita berharap program ini berkelanjutan dan tepat sasaran. Anak-anak sehat, gizi terpenuhi, masa depan bangsa lebih cerah,” pungkasnya. [ayu/but]






