Banyuwangi (beritajatim.com) – Delapan siswa Sekolah Rakyat (SR) Banyuwangi yang mulai beroperasi pada 14 Juli lalu resmi mengundurkan diri. Dari jumlah tersebut, lima siswa berasal dari jenjang SMP dan tiga dari jenjang SMA.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Banyuwangi, Khoirul Hidayat, menegaskan bahwa pengunduran diri tersebut dilakukan secara resmi, bukan karena siswa kabur dari sekolah.
“Jadi pada dasarnya siswa yang mengundurkan diri mengajukan pengunduran diri dengan baik-baik. Ada lima siswa dari tingkat SMP dan tiga siswa SMA,” ujar Khoirul yang akrab disapa Irul.
Meski ada yang keluar, Sekolah Rakyat yang berlokasi di Dusun Krajan, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi ini juga menerima 14 calon siswa baru sebagai pengganti. Kuota untuk SMP dan SMA kini sudah terpenuhi, masing-masing lima dan tiga siswa.
Sementara itu, pada jenjang SD saat ini sudah terisi 22 siswa dari total kebutuhan 25 peserta didik, sehingga masih ada kekurangan tiga siswa.
“Untuk jenjang SD terdapat tambahan enam calon siswa. Dari kuota 25 siswa masih kosong tiga siswa,” jelas Irul.
Ia menambahkan, Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada pendidikan akademik, tetapi juga memberikan dukungan emosional dan sosial bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Hal ini membuat sebagian besar siswa merasa lebih betah di sekolah dibandingkan di rumah.
“Secara keseluruhan, para siswa merasa lebih nyaman di Sekolah Rakyat dibandingkan di rumahnya. Mereka merasa di rumah kurang ideal, seperti makan tidak terjamin, kurang kasih sayang, dan tidak ada teman untuk berinteraksi,” terangnya.
Sebagai informasi, Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep boarding school atau sekolah berasrama untuk jenjang SD hingga SMA. Konsep ini dipilih agar siswa dapat lebih fokus belajar sekaligus memperoleh pengalaman pendidikan yang menyeluruh.
Sekolah Rakyat ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Seluruh biaya pendidikan ditanggung penuh, termasuk sekolah, seragam, makanan, hingga tempat tinggal di asrama. (ted)






