Surabaya (beritajatim.com) – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim dr Erwin Astha Triyono mengungkapkan 110 orang telah meninggal dunia akibat wabah DBD. Karena itu, dia mengimbau masyarakat menggalakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungannya.
Minimal, PSN dijalankan sepekan sekali lewat Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik. PSN dapat dilakukan melalui kegiatan 3M plus, yaitu menguras/ membersihkan bak mandi, vas bunga, tempat minum binatang peliharaan, tatakan dispenser, selanjutnya menutup rapat Tempat Penampungan Air (TPA).
Erwin menyatakan jika TPA tidak mungkin dikuras atau ditutup, bisa diberikan larvasida. Selanjutnya, menyingkirkan, memanfaatkan, atau mendaur ulang barang bekas (ban bekas, botol plastik, kaleng bekas.
“Plus menghindari gigitan nyamuk dengan cara memberantas larva, memberikan larvasida, memelihara ikan pemakan jentik, memasang ovitrap/larvitrap/mosquitotrap, menanam pohon pengusir nyamuk, memakai kelambu, repelent/anti nyamuk, dan lain sebagainya,” jelas Erwin, Rabu (28/9/2022).
Ia mengungkapkan, berdasarkan update data situasi DBD Jatim September 2022, jumlah penderita DBD dari tanggal 1 Januari-24 September 2022 sebanyak 8.894 orang. Sedangkan jumlah total kematian sebanyak 110 orang.
“Jumlah penderita DBD tersebut merupakan total akumulasi dari awal tahun hingga bulan September 2022, dimana jumlah penderita paling banyak di bulan Januari yaitu sebesar 2.828 orang dengan jumlah kematian sebanyak 34 orang, sedangkan di bulan Juli 2022 terjadi penurunan jumlah penderita yaitu sebanyak 616 orang dengan jumlah kematian sebanyak 9 orang, serta di bulan Agustus 2022 terjadi penurunan jumlah penderita lagi yaitu sebanyak 436 orang dengan jumlah kematian sebanyak 3 orang,” kata Erwin.
[berita-terkait number=”3″ tag=”demam-berdarah-dengue”]
Dia juga menekankan saat ini langkah yang paling penting dilakukan adalah fokus pada upaya pencegahan melalui PSN 3M Plus. Erwin pun berpesan jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala DBD seperti demam mendadak tinggi, nyeri sendi, nyeri otot dan atau muncul bintik-bintik kemerahan di kulit, segera memeriksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Sebagai informasi, untuk mengendalikan DBD, Pemprov Jatim telah melakukan berbagai upaya. Antara lain mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur tanggal 22 September 2022 tentang Kewaspadaan DBD di musim penghujan.
Selain itu, melalui Dinkes Jatim juga telah membuat surat ke Dinkes kabupaten kota tentang penatalaksanaan DBD untuk disampaikan ke fasyankes daerah dan surat tentang kewaspadaan kenaikan kasus DBD, penekanan pada upaya pencegahan dan pelaporan 1×24 jam agar dapat segera dilakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) oleh puskesmas serta Dinkes kabupaten kota.
Kegiatan sosialisasi pencegahan penyakit DBD melalui media elektronik maupun cetak juga terus dilakukan di samping pelaksanaan surveilans kasus DBD di daerah serta persiapan sarana pelayanan kesehatan, tenaga dan logistik dalam upaya pengendalian penyakit DBD. [ipl/beq]






