Ponorogo (beritajatim.com) – Sebanyak 105 orang akhirnya dilantik menjadi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ponorogo. Mereka yang dilantik di Aula Hotel Gajahmada Ponorogo itu, bakal tersebar di 21 kecamatan di bumi reog.
Dimana setiap kecamatan akan digawangi oleh 5 PPK. Masa kerja PPK dimulai tanggal 4 Januari 2023 hingga bulan April 2024.
“Hari ini kita lantik 105 orang menjadi PPK di Kabupaten Ponorogo,” kata Komisioner KPU Ponorogo divisi hukum dan pengawasan Gaguk Ika Prayitna, Rabu (4/1/2023).
Gaguk menyebut bahwa ratusan orang yang dilantik ini mempunyai latar belakang pekerjaan atau profesi yang berbeda-beda. Ada pegawai swasta hingga aparatur sipil negara (ASN). Dia menyebut bahwa tidak ada persoalan jika pegawai PPK yang dilantik merangkak jabatan yang lain. “Tidak menjadi persoalan merangkap jabatan. Yang terpenting bukan anggota partai politik (parpol), TNI dan Polri,” ungkap Gaguk.
Bahkan yang menjadi PPK kali ini, 30 persen berprofesi sebagai guru. Baik itu PPPK guru maupun guru swasta. KPU Ponorogo, kata Gaguk, mengaku tidak menjadi masalah jika diizinkan oleh atasannya. Dia mengatakan bahwa selama ini juga merangkap jabatan, dan dalam pekerjaan juga tidak terganggu atau tidak masalah. “Selama ini juga tidak ada masalah. Yang terpenting atasannya mengizinkan,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”ppk-ponorogo”]
Untuk diketahui, dari 105 PPK yang dilantik, sebanyak 69 orang atau 65 persen merupakan wajah baru. Sementara sisanya sebanyak 36 orang atau 35 persen diisi oleh wajah-wajah lama. “Sebanyak 65 persen PPK diisi wajah baru, akan membawa semangat tersendiri ke depannya,” katanya.
Meski prosentase wajah lama lebih sedikit, namun Gaguk menyebut pengalaman menjadi PPK-nya diharapkan mampu menjawab persoalan. Selain itu juga bisa membimbing rekannya yang baru. Dia mencontohkan ketika berkaitan dengan kewilayahan, potensi dan sumber daya, dan komunikasi dengan para tokoh di kecamatannya.
Tentu mereka sudah punya pengalaman dan menguasainya. “PPK wajah lama bisa membimbing yang baru karena sudah sarat akan pengalaman dalam pemilu,” katanya.
Sedangkan hadirnya 65 persen wajah baru tersebut, KPU Ponorogo optimistis mereka akan menjadi darah segar bagi berlangsungnya pemilu 2024. Meskipun wajah baru di PPK, mayoritas telah berpengalaman di PPS, KPPS, dan Panwas. Selain itu, secara teknis, mereka lebih banyak memiliki kompetensi bidang IT.
“Mereka diharapkan menjadi modal kemampuan penting dalam penyelenggaraan pemilu yang akan lebih banyak menggunakan teknologi informasi,” ungkap Gaguk. [end/suf]






