Surabaya (beritajatim.com) – Setiap tahun, ribuan calon mahasiswa berlomba-lomba memilih jurusan kuliah yang dianggap menjanjikan. Jurusan seperti Kedokteran, Hukum, Teknik Informatika, dan Manajemen selalu menjadi favorit karena dianggap memiliki prospek karier yang luas dan menjanjikan secara finansial.
Namun, di sisi lain, terdapat jurusan-jurusan yang justru sepi peminat. Meski sering dianggap “tidak populer,” jurusan-jurusan ini memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Kali ini, kita akan membahas beberapa jurusan yang termasuk paling jarang diminati di dunia perkuliahan, disertai alasan-alasan mengapa jurusan-jurusan tersebut kurang diminati oleh masyarakat, terutama generasi muda.
1. Ilmu Perpustakaan
Ilmu Perpustakaan kerap kali dipersepsikan sempit sebagai jurusan yang hanya mengajarkan cara mengelola rak buku atau bekerja sebagai pustakawan. Padahal, cakupan keilmuannya mencakup lebih dari sekadar aktivitas fisik di perpustakaan.
Mahasiswa jurusan ini dibekali kemampuan dalam manajemen informasi, pengelolaan arsip digital, hingga teknik pelestarian data di tengah kemajuan teknologi informasi.
Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya profesi ini, terutama di era di mana digitalisasi data dan informasi menjadi tulang punggung berbagai institusi.
2. Kehutanan
Jurusan Kehutanan sejatinya memiliki peranan strategis bagi negara dengan hutan tropis yang luas seperti Indonesia. Namun, jurusan ini masih kurang diminati karena sering dikaitkan dengan pekerjaan lapangan yang berat dan dianggap tidak memiliki relevansi langsung dengan perkembangan teknologi saat ini.
Padahal, isu-isu penting seperti perubahan iklim, krisis lingkungan, dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan justru menuntut kehadiran lulusan Kehutanan yang kompeten dan berwawasan lingkungan.
3. Ilmu Arkeologi
Arkeologi merupakan bidang ilmu yang berfokus pada penggalian, penelitian, dan pelestarian peninggalan sejarah dan kebudayaan masa lalu. Lulusan jurusan ini tidak hanya dapat berkarier sebagai arkeolog, tetapi juga di museum, lembaga budaya, dan instansi pemerintah.
Sayangnya, jurusan ini masih dipandang kurang menjanjikan dari sisi finansial maupun peluang kerja, sehingga banyak calon mahasiswa yang lebih memilih bidang yang terdengar lebih modern dan menjanjikan secara ekonomi.
4. Sastra Daerah (Sastra Jawa, Sastra Sunda, Sastra Bali dan sebagainya)
Jurusan Sastra Daerah bertujuan menjaga dan mengembangkan bahasa serta sastra lokal yang merupakan warisan budaya bangsa. Dalam praktiknya, mahasiswa mempelajari linguistik, sastra lisan, dan karya tulis klasik yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Namun, di tengah derasnya pengaruh globalisasi dan budaya asing, jurusan ini dianggap tidak memiliki prospek kerja yang luas. Padahal, lulusan Sastra Daerah dapat berkontribusi besar sebagai penulis, penerjemah, guru, hingga pelestari budaya nasional.
5. Ilmu Filsafat
Ilmu Filsafat sering disalahpahami sebagai ilmu yang hanya membahas hal-hal abstrak dan tidak memiliki keterkaitan langsung dengan dunia kerja. Akibatnya, jurusan ini dianggap tidak praktis dan tidak menarik bagi banyak calon mahasiswa.
Padahal, filsafat justru melatih nalar logis, kemampuan berpikir kritis, dan etika dalam pengambilan keputusan, yang sangat relevan di berbagai profesi, seperti jurnalis, pengamat kebijakan, akademisi, bahkan pemimpin perusahaan.
6. Ilmu Astronomi
Jurusan Astronomi mempelajari benda-benda langit, struktur alam semesta, dan fenomena kosmis lainnya. Meskipun sangat menarik dan menantang dari sisi akademik, jurusan ini masih jarang diminati karena hanya tersedia di beberapa universitas dan dianggap memiliki peluang kerja yang sempit.
Stereotip bahwa astronom hanya bekerja di observatorium juga mempersempit minat. Faktanya, kemampuan analisis data dan pemodelan yang dimiliki lulusan Astronomi sangat dibutuhkan di bidang teknologi dan riset sains.
7. Teknik Perpipaan
Teknik Perpipaan adalah jurusan yang mengajarkan perencanaan, desain, dan pemeliharaan sistem perpipaan dalam berbagai industri seperti migas, petrokimia, dan kelistrikan. Namun, karena jurusan ini kurang dikenal oleh publik, banyak orang tidak memahami betapa pentingnya keahlian di bidang ini.
Padahal, di balik infrastruktur modern dan industri energi yang maju, selalu ada kebutuhan tinggi terhadap insinyur perpipaan yang profesional.
8. Oseanografi
Sebagai ilmu yang mempelajari lautan dan ekosistemnya, Oseanografi sangat penting bagi negara maritim seperti Indonesia. Sayangnya, jurusan ini belum banyak dilirik karena dianggap sulit dan prospek kerjanya kurang jelas.
Banyak orang yang belum tahu bahwa lulusan Oseanografi bisa bekerja di bidang riset, konservasi laut, pengelolaan sumber daya alam, hingga sektor industri perikanan. Dengan meningkatnya kepedulian terhadap kelestarian laut, kebutuhan akan ahli oseanografi akan semakin tinggi.
9. Pendidikan Luar Biasa (PLB)
Jurusan Pendidikan Luar Biasa mempersiapkan tenaga pendidik dan profesional yang menangani anak-anak berkebutuhan khusus. Meskipun peranannya sangat penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang inklusif, PLB masih dianggap jurusan yang menantang dan kurang menarik secara finansial.
Padahal, dalam konteks pendidikan modern yang inklusif dan adil bagi semua, lulusan PLB sangat dibutuhkan untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang layak.
10. Teknik Perkapalan
Teknik Perkapalan adalah bidang teknik yang fokus pada perancangan, pembangunan, dan perawatan kapal serta sistem pendukungnya. Meskipun Indonesia adalah negara kepulauan dengan industri maritim yang besar, jurusan ini belum menjadi pilihan utama banyak calon mahasiswa.
Kurangnya informasi dan promosi membuat jurusan ini kalah saing dengan Teknik Mesin atau Teknik Sipil. Padahal, kebutuhan terhadap tenaga ahli perkapalan terus meningkat, terutama di galangan kapal, pelabuhan, dan industri pelayaran nasional maupun internasional. [aje]






