Mojokerto (beritajatim.com) – Satu korban laka air di muara Sungai Grindulu, Kawasan wisata Pantai Pancer Door, Kelurahan Ploso, Kabupaten Pacitan Pantai Pacitan, berhasil ditemukan. Korban diketahui atas nama Asna Amalia At Tazkiah, putri dari Pengasuh Pondok (PP) Riyadlul Qur’an.
Korban ditemukan sekitar pukul 11.40 WIB. Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dilakukan penanganan medis di RSUD dr. Darsono, Kabupaten Pacitan. Proses medis berlangsung hingga pukul 12.00 WIB sebelum jenazah diberangkatkan ke rumah duka di Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Sebelum jenazah diberangkatkan menuju Mojokerto, jenazah dibawa ke Pondok Pesantren (Ponpes) Tremas di Desa Tremas, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan. Sekira pukul 12.23 WIB, menggunakan ambulans milik Pondok Tremas, jenazah korban dibawa ke rumah duka di Mojokerto.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim membenarkan, dua korban telah ditemukan. “Terjadi laka air, yang pertama telah ditemukan dan dimakamkan tadi malam. Hari ini satu korban lagi ditemukan pukul 12.00 WIB,” ungkapnya.
Khakim menjelaskan, jika setelah mendapatkan penangganan di rumah sakit dan dishalatkan di Pondok Tremas, jenazah korban saat ini dibawa ke Mojokerto untuk dimakamkan. Namun demikian, pencarian terhadap dua korban lainnya yang merupakan keponakan dan saudara dari masih terus dilakukan tim gabungan.
“Yang belum ditemukan adalah keponakan dan satu anak. Kalau nanti ditemukan apakah yang keponakan ini, akan dibawa ke Surabaya, saya kurang tahu, karena memang keluarga itu berasal dari Surabaya namun tinggal di Mojokerto. Info dari BPBD Kabupaten Pacitan belum ditemukan, kami terus melakukan pemantauan,” katanya.
Sebelumnya, satu dari empat korban terseret ombak di muara Sungai Grindulu, Kawasan wisata Pantai Pancer Door, Kelurahan Ploso, Kabupaten Pacitan, berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban merupakan istri dari pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadlul Qur’an di Desa Kedung Maling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. [tin/but]






