Bondowoso (beritajatim.com) – Kabupaten Bondowoso memiliki kekayaan wisata yang tak hanya memikat dari sisi keindahan alam, tetapi juga dari sisi sejarah peradaban. Bupati Bondowoso, KH Abdul Hamid Wahid, menegaskan potensi besar Bondowoso untuk mendunia melalui situs-situs megalitikum yang tersebar di berbagai wilayah.
“Bondowoso punya wisata indah rupawan. Walaupun Ijen berbagi dengan Banyuwangi, tapi Taman Galuh hanya milik kita sendiri,” kata Bupati dalam sebuah acara di Grand Padis.
Dia menambahkan, keindahan alam Bondowoso diperkuat dengan keberadaan situs-situs sejarah masa lampau yang memiliki nilai tinggi.
Menurut Bupati, ada sekitar 1.000 titik situs Megalitikum yang tersebar di berbagai wilayah Bondowoso. “Itu sangat sesuatu. Bayangkan Bondowoso yang indah, lalu kita bisa menemukan makna dari sejarah megalitikum itu. Jika dieksekusi, maka Bondowoso tidak hanya berkontribusi pada Indonesia saja, tetapi juga pada dunia,” tegasnya.
Ia pun mengenang pengalamannya saat di Komisi X DPR RI yang turut mengembangkan wisata sejarah di Mojokerto.
Ra Hamid mencontohkan bagaimana kota Athena di Yunani yang masyhur di mata dunia internasional. “Meski tanahnya gersang, mampu mengangkat nilai, keilmuan, sejarah, mitologi, dan peradaban ke tingkat global,” terangnya.
Subkoordinatir Sejarah dan Cagar Budaya Disparbudpora Bondowoso, Hery Kusdaryanto, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengembangkan Pusat Informasi Megalitikum (PIM) di Desa Pekauman, Kecamatan Grujugan.
“Di sana juga telah terbangun Taman Megalitikum sejak 2023-2024. Berisi ragam situs dan juga replika situs yang ditata sedemikian rupa agar tampak indah dan membuat betah wisatawan yang datang,” terang Hery.
Beragam peninggalan zaman batu besar dapat ditemukan di PIM dan sejumlah titik lainnya. Di antaranya batu kenong, lumpang, sarkofagus, menhir, dolmen, punden berundak, peti kubur batu, payung batu (arca megalitik), dan batu dakon.
“Situs-situs ini paling banyak ditemukan di lereng Pegunungan Argopuro, terutama di wilayah Maesan, Grujugan, Curahdami, Binakal, dan Wringin, serta menyebar ke Sumberwringin, Cermee, Klabang, dan daerah lainnya,” sebutnya.
Dengan kekayaan warisan sejarah ini, Bondowoso berpotensi besar menjadi salah satu pusat wisata sejarah dan budaya dunia, jika dikelola dan dipromosikan secara berkelanjutan. (awi/kun)






