Hukum & Kriminal

Polres Lumajang Ungkap Pembunuhan Salah Sasaran Bermotif Gadaikan Istri Rp 250 Juta

Tersangka pembunuhan salah sasaran mengenakan peci hitam diapit tim Cobra Polres Lumajang

Lumajang (beritajatim.com) – Gara-gara tidak mampu membayar tembusan menggadaikan istri ke orang lain. Hori (43) warga Desa Jenggrong Kecamatan Ranuyoso nekat melakoni pembunuhan tetapi salah sasaran.

Korban pembunuhan salah sasaran menimpa Toha (34) warga Desa Sombo Kecamatan Gucialit hingga tewas bersimbah darah.

Informasi dihimpun di Mapolres Lumajang, Rabu (12/6/2019), Pembunuhan salah sasaran terjadi disebabkan tersangka Hori memiliki utang senilai Rp 250 juta terhadap Hartono warga Sombo Kecamatan Gucialit.

Hori menjaminkan istri untuk digadaikan selama setahun. Gara-gara hendak menebus sang istri dari Hartono dengan sebidang tanah ditolak, Hori marah besar.

Hori memiliki rencana melakukan pembunuhan terhadap Hartono. Akhirnya, tersangka melakukan pengintai untuk bisa membunuh si peminjam utang demi mengambil istrinya.

Tersangka melakukan penghadangan di sebuah jalan desa di Sombo yang kerap dilewati oleh Hartono. Ketika melihat sosok orang mirip Hartono, Hori langsung mendatangi korban dan mengeksekusinya, namun ternyata yang dibunuh adalah Toha.

“Ini kasus pembunuhan unik dan baru pertama kali saya tangani, motifnya  mengggadaikan istrinya dengan senilai uang,” ungkap Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban, Rabu (12/6/2019).

Masih kata dia, kasus ini bukan hanya masalah pembunuhan tapi juga ada persoalan dibalik ini, dimana pelaku menggadaikan istrinya sendiri. Selama ini yang digadaikan adalah barang berharga tapi untuk kasus ini yang digadaikan adalah sang istri.

“Kalau betul ini terjadi, berarti ada degradasi moral dan permasalahan sosial yang harus kita benahi bersama,” terang Arsal.

Tersangka berhasil ditangkap dan  dari hasil penyelidikan dan keterangan saksi yang mengetahui kejadian pembunuhan.

“Kita sudah periksa dan tersangka mengakui,” pungkasnya. (har/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar