Hukum & Kriminal

Ortu Pelaku Mutilasi ‘Mayat dalam Koper’ Bantah Anaknya Penyuka Sesama Jenis

Kediri (beritajatim.com) – Selain belum percaya apabila anaknya jadi pelaku pembunuhan mutilasi terhadap Budi Hartanto (28) pegawai honorer sekaligus guru tari asal Kota Kediri yang jenazahnya dimasukkan kedalam sebuah koper, orang tua Azis Prakoso (34) juga membantah kabar putra sulungnya penyuka sesama jenis.

“Azis kalau penyuka sesama jenis itu tidak benar. Memang kalau Aris (pelaku lain Aris Sugianto), saya pandang sepintas memang agak kebanci-bancian. Sedangkan Azis kalau sama cewek, suka bergurau. Hampir satu buan ini, dia bilang sama saya, kerja cari uang. Lalu saya tanya, untuk menikah. Hari ini, dia punya pacar,” ucap Supriyanto, ayah Azis di rumahnya Desa Ringinrejo, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, Sabtu (13/4/2019).

Azis bekerja sebagai jasa pemasang tenda hajatan. Sesekali dia ikut bekerja ayahnya. Menurut sang ayah, Azis dan Aris Supriyanto berteman. Tetapi mereka hanya berteman biasa. Keduanya, menurut Supriyanto terlihat akrab sebulan terakhir ini. “Kalau Azis lebih akrab dengan adiknya Aris. Bukan dengan Aris. Hanya sebulan ini kira-kira, keduanya ini akrab,” tambahnya.

Supriyanto melihat tingkat laku Aris memang seperti kebanci-bancian. Tetapi, sangat berbeda terhadap putra bungsunya tersebut. Supriyanto mengakui, apabila dalam berteman Azis terkenal setiawa kawan. Apabila dimintai pertolongan, dia sulit untuk menolak.

“Sama teman loyal. Tetapi, kalau si Azis melakukan seperti itu, saya tidak percaya. Dia anaknya sopan terhadap orang tua dan terhadap keluarga. Kalau dapat uang, memberi keponakannya, membelikan jajanan. Azis tidak pernah bertengkar, kalau ada persoalan, dia selalu mengalah,” beber Supriyanto.

Diberitakan sebelumnya, Azis Prakoso dan Aris Sugianto warga Desa Mangunan, Kecamatan Udanawu, Blitar diringkus aparat kepolisian dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Budi Hartanto. Mereka mengeksekusi korban di sebuah bangunan kios yang disewa pelaku Aris Sugianto untuk berjualan makanan khas Malaysia di Jalan Surya, Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo.

Setelah itu, kedua pelaku membuang jenazah korban secara terpisah. Sementara itu, pihak kepolisian menyebut apabila kasus pembunuhan sadis tersebut bermotif adanya hubungan asmara sejenis. [nng/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar