Surabaya (beritajatim.com) – Pertengahan abad ke-19 lalu, sebuah komunitas di United Kingdom berdiri. Meski hari dan tanggal berdirinya masih belum diketahui, komunitas ini dipercaya berdiri pada bulan November tahun 1944. Mereka adalah Vegan Society.
Bulan berdirinya komunitas vegan ini lah yang menjadi pondasi peringatan Hari Vegan Dunia. Peringatan ini dikenalkan pertama kali oleh Komunitas Vegan di United Kingdom. Ketika itu, 1 November 1994, mereka merayakan 50 tahun berdirinya komunitas tersebut dan mengelar World Vegan Day untuk pertama kali.
Vegan sendiri merupakan sebuah gerakan yang mengkampanyekan pada masyarkat untuk hanya mengkonsumsi makanan nabati saja. Mereka menolak memakan bahan makanan dari hewan seperti daging sapi, daging babi, unggas, ikan, dan produk turunan lainnya seperti madu, minyak ikan, susu, serta telur. Produk turunan hewani lain seperti kain wol, barang-barang berbahan kulit, serta sutera juga mereka hindari.
Meski perkumpulan ini baru berdiri tahun 1944 namun, mereka percaya bahwa gaya hidup vegan sudah berjalan sejak lama. Paling tidak gaya hidup vegan ini sudah ada sejak 2000 tahun lalu. Bahkan, salah seorang filusuf asal Yunani, Phytagoras of Samos, dipercaya sudah melakukan gaya hidup vegan melalui kerja-kerjanya. Ia mengkampanyekan pada masyarakat untuk lebih peduli pada semua spesies yang ada di sekitar mereka.
Term ‘vegan’ sendiri baru diperkenalkan oleh Donald Watson ketika UK Vegan Society berdiri. Term ini diperkenalkan untuk membedakan antara gaya hidup vegan dengan vegetarian. Kedua gaya hidup ini memang memiliki persamaan di satu sisi dan perbedaan di sisi lain. Vegetarian memang memilih untuk mengkonsumsi bahan makanan nabati. Namun, dalam beberapa kasus mereka juga masih mau memakan susu, madu, dan produk turunan hewani lainnya. Beberapa juga masih mau memakan hewan laut.
Hal-hal belakangan itulah yang menjadi perbedaan antara vegan dan vegetarian. Para vegan ini kemudian menjadikan gaya hidup mereka sebagai sebuah gerakan massif pada tahun 1951. Gerakan ini mengkampanyekan agar manusia menghentikan ekploitasi apapun pada hewan.
Gerakan in kemudian diikuti oleh Komunitas Vegan Amerika Serikat pada tahun 1960. Dengan hadirnya Hari Vegan Dunia ini, diharapkan manusia akan semakin perhatian pada hewan dan tidak lagi melakukan ekspoitasi pada mereka.
Dengan semakin sedikitnya produk hewani, maka semakin sedikit pula produksi gas rumah hijau, dan artinya kita bisa menciptakan bumi yang lebih baik untuk semuanya. Bukan hanya manusia, tetapi bagi alam semuanya. [tur/bjo]






