Malang (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menegaskan komitmennya membangun ekosistem sains dan teknologi yang berdampak melalui Wisuda ke-118 yang digelar secara khidmat di Hall Dome UMM pada Kamis pagi (19/6/2025). Acara ini juga menjadi istimewa karena dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Dr. (HC) Lutfi Rauf, MA, yang memberikan apresiasi atas kontribusi UMM dan Muhammadiyah dalam pendidikan nasional maupun global.
Wisuda ini mengukuhkan lulusan dari program Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana tahun 2025, dengan semangat mendorong peran lulusan sebagai pencetus inovasi berbasis sains dan teknologi yang menjawab kebutuhan masyarakat dan tantangan zaman.
Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., mengungkapkan bahwa UMM tengah mengembangkan sebuah konsep besar bertajuk scientific living organism. Ini adalah bentuk komitmen jangka panjang untuk menjadikan UMM sebagai institusi penggerak ekosistem sains dan teknologi (scientech) di Indonesia.

“Scientific living organism ini adalah kelanjutan dari Center for Future of Work yang telah kami bangun hampir satu dekade. Harapannya, UMM tak hanya berkembang, tapi juga mengambil peran besar dalam menumbuhkan budaya saintek agar Indonesia bisa sejajar dengan bangsa-bangsa maju,” ujar Rektor.
Rektor menekankan pentingnya pergeseran paradigma, dari negara konsumen menjadi negara produsen teknologi. Hal ini dapat dicapai dengan membentuk jejaring kuat antara elemen pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat sipil, sebuah pendekatan yang dikenal sebagai quadruple helix.
“Kampus harus menjadi solution provider, tidak hanya meluluskan sarjana, tetapi mencetak agen perubahan yang memahami masalah masyarakat dan mampu menghadirkan solusi berbasis saintek,” imbuhnya.
Sebagai wujud nyata, UMM telah meluncurkan Direktorat Sains dan Teknologi pada April–Mei 2025, yang akan menjadi pusat kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem inovatif dan inklusif di kampus.
Rektor berpesan kepada seluruh wisudawan untuk tidak pernah berhenti belajar dan terus mengembangkan diri.
“Pantang menyerah dan teruslah belajar sepanjang hayat. Jadikan ilmu sebagai bagian dari ibadah kepada Allah. Insya Allah, dengan semangat ini, Indonesia akan menjadi bangsa besar yang maju dan bermartabat,” ucapnya.
Duta Besar RI untuk Mesir, Dr. (HC) Lutfi Rauf, MA, memberikan apresiasi tinggi kepada Universitas Muhammadiyah Malang dan gerakan Muhammadiyah atas kontribusinya dalam membangun sumber daya manusia unggul, tidak hanya dalam sains dan teknologi, tetapi juga dalam moralitas dan nilai-nilai Islam.
“Pendidikan tinggi adalah pencapaian bersejarah. Muhammadiyah patut bangga karena mampu menanamkan prinsip-prinsip dasar pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman, termasuk penguatan nilai moral dan etika,” jelas Lutfi.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan alumni menghadapi dunia global yang terus berubah, di mana teknologi dan konektivitas menjadi kunci utama. Menurutnya, lulusan UMM telah dibekali dengan modal akademik dan spiritual yang kuat untuk meraih peluang di masa depan.
“UMM telah menyiapkan para lulusannya untuk menjawab tantangan baru dan meraih peluang, termasuk di sektor yang kini berkembang pesat seperti ekonomi syariah dan industri halal, yang bahkan telah tumbuh signifikan di Eropa,” ungkapnya.
Lutfi juga menyoroti relevansi visi UMM yang senantiasa berorientasi ke masa depan. Ia mengajak para wisudawan untuk bangga menjadi bagian dari institusi seperti UMM, yang merupakan warisan berharga Muhammadiyah.
“Berbanggalah menjadi alumni UMM. Anda punya pondasi akademik dan spiritual yang kuat untuk bersaing dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya.
Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-118 UMM bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan penegasan peran UMM sebagai kampus berdampak yang berorientasi pada solusi. Melalui pembangunan ekosistem saintek dan penguatan kolaborasi lintas sektor, UMM siap melahirkan generasi pemimpin yang berintegritas, inovatif, dan siap mengabdi bagi kemajuan Indonesia. [dan/aje]






