Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menggandeng perbankan untuk melaksanakan program Wes Wayahe Jember Berbagi selama Ramadan tahun ini. Sejumlah bank yang terlibat antara lain Bank Mandiri, Bank Jatim, BSI, BRI, BNI, BTN, dan Bukopin.
Dalam kegiatan itu, Bupati Hendy Siswanto diagendakan mengunjungi 120 desa. Setiap hari ia mengunjungi empat masjid di empat desa untuk melaksanakan salat duhur, asar, magrib, dan isya. “Di setiap masjid kami membagikan bantuan langsung tunai, asupan gizi untuk ibu hamil dan anak-anak kecil, dan bantuan untuk guru ngaji,” katanya, saat berkunjung di Dusun Gadung, Desa Kasiyan, Kecamatan Puger, Sabtu (9/4/2022).
“Kegiatan ini didukung stakeholder mitra kerja kami dari perbankan dan komunitas. Kegiatannya sederhana, tidak ada yang serius. Karena ini Ramadan, kami hanya memberikan contoh bahwa kita semua wajib berbagi. Siapa yang diberikan lebih Gusti Allah, diharapkan bisa memberikan bagian yang lebih kepada yang lain,” kata Hendy.
Hendy berharap, kegiatan ini bisa dilanjutkan setelah Ramadan berakhir. “Kalau ini dilakukan rutin, kontinyu di bulan suci Ramadan, dan berlanjut setelah Ramadan, akan jadi kebiasaan yang luar biasa,” kata Hendy.
Menurut Hendy, kegiatan ini akan menggerakkan perekonomian Jember. “Kedua, tidak ada lagi orang yang susah dalam perjalanan kehidupannya. Insya Allah Jember akan sejahtera,” katanya.
Kegiatan sosial ini dilakukan di tengah meningkatnya angka kemiskinan di Kabupaten Jember selama pandemi pada 2021. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada Maret 2021 tingkat kemiskinan mencapai 10,41 persen atau 257.090 orang miskin. Angka ini bertambah 9.100 jiwa dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2020.
Ada delapan faktor yang diduga mempengaruhi kondisi tingkat kemiskinan di Kabupaten Jember periode Maret 2020 sampai Maret 2021. “Pertama, pandemi Covid-19 yang berkelanjutan berdampak pada perubahan perilaku serta aktivitas ekonomi penduduk,” kata Hendy.
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember sempat terkontraksi dan minus 2,98 persen pada tahun 2020. Dibutuhkan cukup waktu untuk melakukan pemulihan. “Laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga di Jember juga terkontraksi menjadi minus 0,67 persen pada 2020,” kata Hendy.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bupati-jember-hendy”]
Inflasi juga memberikan pengaruh terhadap kemiskinan. “Laju inflasi selama periode Maret 2020-Maret 2021 tercatat 1,66 persen. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang naik pada periode Agustus 2020-Maret 2021 sebesar 0,31 persen poin,” kata Hendy.
Peningkatan angka kemiskinan juga dipicu oleh adanya 151.750 orang penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19. Faktor lainnya, belum pulihnya aktivitas perekonomian akibat dampak pandemi Covid-19 dan pembatasan pergerakan kegiatan masyarakat selama pandemi.
“Jumlah pengangguran atau yang biasa didefinisikan sebagai Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2021 sebesar 5,44 persen, mengalami kenaikan 0,31 persen dibandingkan Agustus 2020. Dari 1,34 juta orang penduduk usia kerja, terdapat 73.020 orang penganggur. Jumlah ini semakin bertambah jika mengacu pada dampak pandemi. [wir/suf]






