Mojokerto (beritajatim.com) – Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba terus digencarkan di Kota Mojokerto. Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi, mengajak masyarakat untuk tegas menolak narkoba sejak dini dan tidak pernah mencoba dalam bentuk apa pun.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Bersinar (Bersih Narkoba) yang digelar di Taman Prapanca, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Mojokerto, Damar Bastiar Amarapit.
Dalam sambutannya, Cak Sandi menegaskan bahwa bahaya narkoba sudah terbukti dan tidak perlu diuji coba secara pribadi. Ia mengingatkan bahwa rasa ingin tahu justru sering menjadi pintu masuk penyalahgunaan.
“Tidak perlu mencoba untuk tahu bahayanya. Cukup dipahami dan diyakini, karena dampaknya sangat merusak,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menjaga diri dari pengaruh narkoba. Menurutnya, sekali mencoba dapat berujung pada ketergantungan yang sulit dihentikan.
Selain itu, Pemerintah Kota Mojokerto bersama BNN mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pencegahan. Warga diminta tidak ragu untuk melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.
“Silakan berkomunikasi dengan BNN. Semua laporan akan dijaga kerahasiaannya. Ini bagian dari tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat semakin meningkat, sehingga Kota Mojokerto dapat terbebas dari ancaman narkoba serta mampu mencetak generasi muda yang sehat dan berdaya saing. [tin/beq]






