Surabaya (beritajatim.com) – Ratusan orang di Pacitan, Jawa Timur, dikabarkan terjangkit wabah Leptospirosis atau kencing tikus. Bahkan, data terakhir disebutkan ada enam orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Masyarakat diharapkan tetap waspada, terlebih pada musim penghujan.
Hal ini tidak lepas dari berkembang biaknya bakteri leptospira. Bakteri ini muncul dari kencing tikus yang mungkin terdapat di sampah yang menumpuk. Namun, bisa juga dari hewan berdarah lainnya yang telah terinfeksi bakteri ini. Sehingga kemudian dengan mudah dan cepat menyebar melalui banjir dan genangan air.
Adapun orang yang terinfeksi wabah Leptospirosis ini umumnya mengalami beberapa gejala, seperti demam, tidak napsu makan, sakit kepala, mual/muntah, sakit perut, hingga diare. Bahkan, sebagian orang lainnya mengalami mata merah, nyeri otot, dan ruam pada kulit.
Jika penyakit kencing tikus ini tidak segera ditangani, maka kemungkinan seseorang dapat alami komplikasi, di antaranya seperti gagal hati, cedera ginjal akut, gagal jantung, keguguran, penggumpalan darah dari seluruh tubuh, perdarahan paru, perdarahan saluran cerna, serta trombositopenia.
BACA JUGA: Kasus Kekerasan di Shelter Anak Gayungan, Polisi Tetapkan 3 Tersangka
Namun masyarakat tidak perlu terlalu khawatir, asal dapat melakukan pencegahan tampaknya cukup. Mulai dari menghindari genangan air hujan atau apapun itu. Jika memungkinkan gunakan pelindung agar tidak bersentuhan langsung dengan air kotor tersebut. Misal dengan menggunakan sepatu boots atau pelindung lainnya.
Bagi yang memiliki luka terbuka sebaiknya tutup dengan menggunakan plester yang tahan air. Tidak lupa untuk memastikan makanan sekaligus minumannya higienis. Terakhir, menjaga kebersihan diri sekaligus lingkungan sangat diperlukan.
Jika sudah mengalami gejala-gejala penyakit kencing tikus ini, maka segerakan untuk pergi ke dokter. Selain untuk berkonsultasi juga sekaligus agar mendapatkan penanganan yang terbaik. (fyi/ian)






