Blitar (beritajatim.com) – Sebanyak 10 orang dari 4 kepala keluarga yang rumahnya rusak akibat ledakan petasan di Dusun Tegalrejo Desa Karangbendo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar memilih bermalam di teras rumah. Mereka bermalam menggunakan alas seadanya lantaran rumahnya rusak parah dan rawan roboh. Kerusakan ini terjadi sebagai dampak ledakan petasan yang terjadi pada Minggu (19/02/23) malam.
Lailatul Khasanah, salah satu warga yang rumahnya rusak, mengaku memilih bermalam di teras karena kondisi bangunan di bagian dalam membahayakan untuk ditempati. “Kondisi rumah di dalam rusak parah, bagian kaca pecah semua genting rawan roboh, makanya pilih tidur di teras,” kata Lailatul, Senin (20/02/23).
Lailatul menjelaskan bahwa di teras rumahnya ada 4 keluarga yang ikut bermalam. Total ada 10 orang yang ikut bermalam di teras, akibat rumahnya rusak imbas ledakan bahan baku petasan. Keempat keluarga tersebut masih memiliki ikatan saudara. Lailatul Khasanah mengaku belum mendapatkan informasi mengenai posko pengungsian.
[berita-terkait number=”5″ tag=”ledakan-petasan”]
Sehingga dirinya dan keluarganya memilih untuk bermalam di teras rumah. Sembari mengawasi harta bendanya yang masih ada di dalam rumah. “Belum dapat info saya justruan kini kami memilih bertahan di teras rumah sembari mengawasi harta benda,” jelasnya.
Kondisi serupa juga diungkapkan oleh Mulyono pemilik rumah yang berada tepat di samping TKP ledakan bahan baku petasan. Mulyono memilih bertahan di teras rumah sembari mengawasi harta bendanya yang ada di dalam rumah.
Mulyono pun bermalam di kursi yang ada di teras rumahnya. Untuk memenuhi kebutuhan makan Mulyono pun kini menggantungkan dari bantuan sosial.
Meski demikian anggota keluarga Mulyono telah mengungsi di rumah kerabatnya. “Kalau keluarga telah mengungsi ke rumah kerabat semua kalau saya disini untuk mengawasi harta benda yang ada di rumah,” jelasnya.
BPBD Kabupaten Blitar sendiri sebetulnya telah mendirikan posko pengungsian di SD Negeri Tegalrejo Desa Karangbendo Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar. Namun warga yang rumahnya terdampak ledakan petasan enggan untuk menempati posko tersebut.
Dari data BPBD kabupaten Blitar ada 26 rumah yang mengalami kerusakan akibat ledakan bahan petasan. jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah karena saat ini proses assessment masih terus berjalan.
Dari 26 rumah yang mengalami kerusakan 17 diantaranya dalam kondisi rusak berat. BPBD Kabupaten Blitar kini tengah melakukan asesmen dan koordinasi terkait perbaikan. “Total ada 26 bangunan yang mengalami kerusakan akibat ledakan petasan, jumlah itu masih bisa bertambah karena saat ini proses assessment masih terus berjalan,” kata Ivong Bettryanto Kepala BPBD Kabupaten Blitar. (owi/kun)






