Surabaya (beritajatim.com) – Warga Kota Surabaya di sekitar proyek Tunnel (terowongan) TIJ menuju KBS mengeluhkan dampak pembangunan, yang membuat sumur mereka kering dan juga tembok rumah retak.
Kejadian ini menimpa dua wilayah di Kelurahan Sawunggaling RT01 RW06 dan RT11 RW05. Serta wilayah di Kelurahan Darmo RT09 RW05, sejak dua bulan lalu.
“Sudah sekitar dua bulan ini sumurnya mengering. Imbasnya kita warga susah mendapatkan air karena di sini kebanyakan pakai sumur. Kami rela antre untuk mandi dan kebutuhan memasak,” kata Linda seorang warga RT01 RW 05 ditemui beritajatim.com, Rabu (30/10).
Linda menjelaskan kondisi sumur kering ini belum pernah terjadi di tahun tahun sebelumnya. Dia khawatir, keadaan seperti ini akan terus berlanjut meskipun proyek selesai.
“Setiap malam bahkan sulit tidur, suara aktivitas pembangunan kencang, bahkan menggetarkan dinding rumah,” ucap dia.
Selain itu juga ada rumah warga yang mengalami keretakan di bagian dinding rumahnya. Keretakan itu terjadi, diduga ketika pemasangan paku bumi.
“Getarannya terasa sekali. Sampai ada keretakan di beberapa bagian,” jelas warga itu.
Sementara, Ketua RT 1 RW 5 Sawunggaling yang akrab dipanggil Soi turut mengatakan bahwa dari laporan sementara warga, ada sekitar 14 pompa air yang terganggu, 4 sumur besar yang mengering, serta 4 rumah mengalami keretakan.
Dirinya pun telah berkomunikasi dengan pihak kelurahan maupun pihak pengelola proyek. Namun ia kecewa, hingga saat ini masih menunggu solusi terbaik yang ditawarkan.
“Kami sudah sampaikan keluhan beberapa kali ke pihak kelurahan mau pun pekerja proyek. Namun, mereka tidak sekalipun menengok ataupun sosialisasi terkait pembangunan sampai saat ini,” terang Soi.
Namun demikian, lanjut Soi, hingga hari ini pihaknya berharap agar ada sosialisasi lanjutan dari pihak kelurahan atau Pemkot Surabaya. Terlebih soal upaya ganti rugi bangunan rumah warga yang rusak (retak).
“Harapannya ada sosialisasi kepada warga langsung, karena dari awal pembangunan tunnel ini belum ada sosialisasi. Sudah dijanjikan kalau rumah rumah warga yang rusak ini akan diperbaiki setelah proyek Tunnel selesai,” tandas dia.
Diberitakan sebelumnya, proyek terowongan Tunnel bagi pejalan kaki jalur Terminal Intermoda Joyoboyo mengarah ke Kebun Binatang Surabaya (KBS) hampir selesai, sudah mencapai 80 persen.
Pembangunan terowongan ini hanya menyisakan 30 meter pengerjaan dan untuk rencana finishing, akan diresmikan pada awal November mendatang.
Penjabat sementara (PJs) Walikota Surabaya Restu Novi Widiani mengatakan, sejauh ini pembangunan Tunnel TIJ-KBS tidak ada kendala. Sehingga peresmian akan dilakukan 15 November 2024.
“Kita tetap mempertahankan kualitas. Ditargetkan 15 November 2024 pembangunan tunnel TIJ-KBS sudah selesai,” kata Restu. [ram/ian]






