Mojokerto (beritajatim.com) -Warga Dusun Pelem, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto ditemukan tergeletak tak berdaya di dalam rumah. Korban yang dikabarkan usai menenggak racun ini akhirnya dinyatakan meninggal dunia di IGD RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.
Korban atas nama Silvi Maisyaroh (27) ini, pada Sabtu (30/12/2023) sekira pukul 22.00 WIB ditemukan tak berdaya di dalam kamarnya. Melihat kondisi tersebut pihak keluarga kemudian menghubungi perangkat desa dan meminta bantuan relawan PMI Kabupaten Mojokerto.
Ibu satu anak ini kemudian dibawa ke IGD RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto. Namun saat menjalani pemeriksaan oleh petugas, korban dinyatakan meninggal. Jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka dan dimakamkan ke pemakaman desa setempat.
Dari informasi yang berkembang, korban diduga minum racun sebelum akhirnya ditemukan tak berdaya di dalam kamar. Pihak Polsek Trowulan yang mendapatkan informasi tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan.
Kepala Dusun (Kadus) Pelem, Andi Prastyo mengatakan, korban sakit dan usai menjalani operasi. “Baru selesai operasi. Tidak tahu sakitnya apa. Saya di lokasi sama polisi, tidak ditemukan racun. Sudah cari-cari sampai belakang rumah, tidak ada. Janda setahunan, anak satu,” ujarnya, Minggu (31/12/2023).
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Trowulan, Iptu Pamto Hadi Saputra mengatakan, sebelumnya korban murung di kamar namun saat dilihat sudah tidak sadarkan diri. “Kemudian dibawa ke rumah sakit, meninggal di rumah sakit. Ini (menenggak racun) belum jelas. Anggota masih di TKP,” tegasnya.
Kanit menjelaskan, permintaan dari pihak keluarga untuk tidak dilakukan otopsi terhadap jenazah korban. Sehingga jenazah korban langsung dimakamkan di pemakanan desa setempat. Korban diketahui merupakan seorang janda dan meninggalkan satu orang anak perempuan yang masih kecil. [tin/suf]
Jika Kamu butuh bantuan konsultasi untuk mengatasi masalah depresi atau Kamu melihat orang yang ingin melakukan aksi bunuh diri bisa menghubungi nomor darurat Kementerian Kesehatan di 119.






