Gresik (beritajatim.com) – Warga di Gresik Selatan mengaku lega. Pasalnya, jalan penghubung antar desa diaspal bukan lagi menggunakan paving. Salah satu jalan yang selesai pembangunannya yakni Jalan Desa Setro ke Jalan Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Gresik.
Semula jalan sepanjang 5 kilometer lebih itu, rusak parah. Hampir satu bulan lebih, warga yang melintas mengeluhkan adanya kerusakan jalan tersebut. Perjalanan yang semestinya bisa ditempuh 10 menit. Saat jalan rusak malah memakan waktu 20 menit.
“Sebelum diperbaiki seperti sekarang ini, jalan yang setiap hari kami lalui rusak parah. Ini sangat membahayakan bagi pengendara roda dua apalagi kalau malam hari,” ujar Hendra (46) warga asal Desa Pengalangan, Selasa (25/7/2023).
Baca Juga: Terlibat Kecelakaan Lalu-lintas, Dua Pelajar di Mojokerto Tewas
Ayah satu anak itu yang sehari-harinya berprofesi sebagai penjual tahu keliling tersebut mengapresiasi tindakan cepat yang dilakukan oleh pemerintah daerah.
“Kalau sudah diaspal otomatis pengendara roda dua tidak was-was lagi saat melintas karena jalannya sudah mulus,” ujar Hendra.
Hal senada juga dikemukakan oleh Sriati (38) yang berprofesi sebagai petani. Setelah diperbaiki dirinya bisa leluasa memasarkan hasil panennya ke pasar.
“Sewaktu jalannya masih rusak saya malah takut jatuh saat mengendarai motor. Lah gimana pavingnya sudah banyak yang terlepas,” ungkapnya.
Baca Juga: Wali Kota Malang Sutiaji Wujudkan Komitmen Pendidikan Inklusi Lewat Jarik Ma’ Siti
Terkait dengan perbaikan jalan itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyatakan dengan selesainya perbaikan jalan ini. Warga bisa leluasa memasarkan hasil panen maupun menjual produk UMKM-nya ke pasar.
“Untuk perbaikan jalan rusak, kami telah menggelontorkan anggaran Rp 298 miliar khusus buat jalan kabupaten,” paparnya.
Perbaikan jalan tersebut, tidak hanya dilakukan di Gresik Selatan. Tapi juga di bagian utara. Hal ini dilakukan supaya desa yang memiliki hasil pertanian atau wisata aksesnya bisa dijangkau. (dny/ian)






