Ngawi (beritajatim.com) – Sebuah postingan di grup facebook Info Cepat Ngawi Peduli mengundang banyak reaksi netizen.
Pemilik akun Facebook Siska membagikan pengalaman rekannya yang jadi korban begal payudara di sebuah jalan menuju Desa Kersoharjo, Kecamatan Geneng, Ngawi. Masyarakat setempat menyebut lokasi itu Laban.
“Hati hati untuk cewek-cewek terutama, baru saja tadi temanku jadi korban begal pyudara. lokasi di Klitik (laban), sekitar jam 21:15 sepulang kerja, memang tempat nya gelap dan sepi, sebenarnya ada lampu jalannya tapi jarang banget nyala gatau emang ga dinyalain atau gimana. Pelaku bawa motor vixion putih, jaket warna hitam putih, helm merah,” tulis Siska disertai tangkapan layar percakapannya dengan si teman.
[berita-terkait number=”4″ tag=”begal-payudara”]
Dalam percakapan itu rekan Siska mengaku mengalami hal tersebut. Teman Siska mengaku mengalami begal payudara dan merasa trauma akibat kejadian itu. Kejadian itu diawali saat dia disalip oleh beberapa orang lelaki dan kemudian salah satunya memegang payudaranya.
Banyak reaksi netizen yang menanggapi postingan itu.”Monggo dinas terkait,untuk segera menyalakan lampu jalan yang beberapa minggu lalu sudah tidak nyala kembali,ada lampunya tapi sudah tidak nyala kembali. Jangan sampai ada korban kembali. Jembatan klitik ke selatan Lampu Jalan Tidak Nyala,” tulis akun Wisnu Parmin Monic dalam komentar.
“Trimakasih utk info nya… Semoga di jauhkan dr orang2 jahat… Utk mbk e yg jd korban.. . Smg dberikan kemudahan dlm sgala hal… N traumanya cpt sembuh… Yakin Allah akan mbalas pd orang yg dah jahat sma pean,” tulis akun Luluk Yuniarsih.
Masyarakat pun meminta agar pelaku begal payudara segera ditangkap oleh pihak kepolisian. Selain meresahkan, korban begal mengalami trauma. Pun, masyarakat meminta jika pelaku begal payudara dihukum agar jera. (fiq/ted)






