Surabaya (beritajatim.com) – Warga Jalan Kebondalem 6, RT 05 dan RT 06 RW 07, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, mengeluhkan meningkatnya gangguan dari pengamen dan pengemis yang semakin meresahkan. Para pengamen dan pengemis tak hanya mengganggu ketertiban, tetapi juga kerap berusaha mengambil paket yang ditinggalkan oleh kurir, membuat warga merasa tidak aman.
Dalam reses yang diadakan oleh Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, seorang warga bernama Bunda Nur menyampaikan keresahannya.
“Itu saya laporan Maret 2024, saya catat. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut yang efektif. Petugas memang ada, tapi mereka tidak bisa berjaga 24 jam,” ungkap Bunda Nur pada Senin (4/11/2024).
Bunda Nur juga mengaku telah menemui camat dan Satpol PP setempat untuk meminta penanganan di area Kebondalem. Meski demikian, upaya tersebut belum optimal karena keterbatasan wewenang Satpol PP.
“Saya sempat ke Bu camat, meminta supaya ada petugas yang berjaga. Tapi saat saya ke Satpol PP, mereka bilang tidak punya kapasitas kalau tidak ada instruksi dari atasan. Saya paham itu, tapi setidaknya dengan adanya petugas berseragam di sini, para pengamen itu bisa merasa takut,” lanjutnya.
Menanggapi keluhan ini, Azhar Kahfi menyatakan bahwa pos Satpol PP yang ada saat ini belum efektif mengontrol area Kebondalem hingga ke Ampel. Menurutnya, pos jaga yang ada terlalu jauh sehingga sulit mencakup kawasan yang luas tersebut.
“Pos jaga ini terlalu jauh dan tidak mencakup Kebondalem sampai ke Ampel ujung. Pengamen dan pengemis di sini berani kepada warga, tapi takut pada yang berseragam,” jelas Azhar Kahfi.
Azhar menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satpol PP terkait pembentukan sub-pos atau penambahan personel di area Kebondalem. “Siang ini saya akan menanyakan ke Satpol PP, apakah bisa dibangun sub-pos atau setidaknya ada petugas yang rutin berpatroli. Kita harap ini bisa menambah keamanan di wilayah Kebondalem,” imbuhnya.
Warga berharap adanya perhatian dari DPRD Surabaya dan evaluasi terkait pengaturan pos jaga dapat membuat situasi keamanan di Kebondalem lebih terkendali. “Kehadiran petugas yang konsisten di lapangan menjadi harapan kami agar lingkungan kembali aman dan nyaman bagi seluruh warga,” tutup Bunda Nur. [asg/beq]






