Gresik (beritajatim.com) – Ratusan warga Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik, melakukan tradisi ‘Rebo Wekasan’ (Rabu terakhir di bulan Safar) di Telaga Sumber peninggalan Sunan Giri.
Telaga yang didirikan sekitar tahun 1479 masehi itu hingga saat ini airnya masih mengalir.
Keberadaan Telaga Sumber hingga sekarang banyak dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk kebutuhan wudhu serta mandi. Telaga tersebut tidak pernah kering meskipun musik kemarau sedang melanda.
Kepala Desa (Kades) Kembangan Ngadimin menuturkan, Telaga Sumber peninggalan Sunan Giri air dimanfaatkan warga. Untuk itu, dirinya menghimbau agar air telaga terus dijaga kelestariannya.
“Jangan sampai mata air di Telaga Sumber dirusak warga wajib menjaganya,” tuturnya, Rabu (13/09/2023).
Ia menjelaskan, selain menjaga sumber air Telaga Sumber. Setiap Rebo Wekasan’, warga Desa Kembangan menggelar nguri-nguri budaya agar generasi milenial tidak melupakan tradisi ini.
“Tradisi tersebut sempat vakum saat tingginya pandemi covid-19. Setelah itu digelar setiap tahun,” paparnya.
Baca Juga: Dobel Retribusi Parkir Makam Sunan Giri Desa Sekarkurung Gresik Disoal
Sementara itu, Wabup Gresik Aminatun Habibah yang hadir di acara Rebo Wekasan itu mengajak warga Desa Kembangan selalu menjaga kebersihan sumber air.
“Kami juga sedang berupaya mendorong PDAM segera melakukan penyambungan air bersih untuk 430 warga Desa Kembangan Utara. Saat ini sudah mendaftarkan ke PDAM Giri Tirta dalam rangka pemanfaatan air bersih,” ungkapnya.
Persoalan air bersih kata dia, menjadi prioritas yang harus segera mungkin dituntaskan oleh pemerintah daerah. Hal ini karena penyediaan air minum, dan sanitasi menjadi andalan untuk kebutuhan air bersih masyarakat.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat masalah ini segera terealisasi oleh PDAM. Sehingga warga Desa Kembangan Utara segera teraliri jaringan distribusi air bersih,” tandasnya. (dny/ted)






