Gresik (beritajatim.com) – Raut wajah Handoyo (62) warga Desa Klampok, Kecamatan Benjeng, Gresik, tak bisa menyembunyikan kegembiraan. Bapak dua cucu ini, mendapat bantuan langsung tunai, atau BLT dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2023.
Bagi Handoro uang BLT ini sangat berarti buat dirinya. Rencananya bantuan tersebut, akan dipakai membeli sembako serta kebutuhan sehari-hari. “Alhamdulillah buah beli sembako matur suwun (terima kasih) Bupati Gresik dan kepala desa,” ujarnya, Sabtu (23/09/2023).
Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan, bantuan ini dari hasil pajak rokok dengan pita cukai. Dari hasil cukai tersebut dikembalikan berupa bantuan langsung tunai yang bersumber dari DBHCHT. “Penerimanya, merupakan masyarakat miskin yang belum menerima bansos apapun, “ujar Gus Yani sapaan akrab bupati.
Dirinya berpesan agar bantuan ini nanti benar-benar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. “Saya berharap kepada penerima agar bisa memanfaatkan bantuan ini dengan semaksimal mungkin dan dipergunakan sesuai kebutuhan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Gresik, Umi Khoiroh menuturkan, BLT yang bersumber dari DBHCHT untuk Kecamatan Benjeng akan diberikan kepada 213 keluarga penerima manfaat (KPM) berasal dari 80 petani dan 133 lainnya dari masyarakat menurut pendataan kami sedang membutuhkan bantuan.
“213 penerima ini berasal 19 desa dari 22 desa di Kecamatan Benjeng. Untuk tiga desa yang lainnya karena sesuatu hal pengajuannya masih belum memenuhi indikator yang kami tetapkan. Insya Allah di tahap kedua tiga desa akan diberikan tahap berikutnya,” tuturnya.
Bantuan ini lanjut Umi, diberikan kepada KPM senilai Rp 600 kali 3 jadi hari ini masing-masing KPM menerima senilai Rp 1.800. “Mudah-mudahan bantuan tunai langsung ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. [dny/kun]
BACA JUGA : Siswi SD Gresik Keluhkan Gatal di Mata, Keluarga Periksakan Mandiri ke Surabaya






