Magetan (beritajatim.com) – Pemkab Magetan belum sepenuhnya selesai mengentaskan kemiskinan. Buktinya, salah seorang wanita yang tinggal di Desa Jambangan, Kawedanan, Magetan memilih mengakhiri hidup kerena hidup kekurangan.
Wanita itu adalah FK (39) warga asli Kebumen, Jawa Tengah. Dia tinggal di Magetan bersama sang suami dan dua anaknya yang masih duduk di bangku kelas IX SMA dan I SD. Dia meninggali rumah milik kerabat di Desa Jambangan, Kawedanan selama 10 tahun terakhir.
Sebelum ditemukan meninggal tergantung di kamar mandi rumah yang ditinggalinya, FK sempat kedapatan mencuri beberapa bungkus mie instan dan sejumlah makanan ringan di sebuah warung kelontong di Desa Bogem, Kawedanan. Jika ditotal, nilainya Rp300.000.
Sang pemilik warung pun mengetahuinya, kemudian melapor ke pihak kepolisian dan menyerahkan bukti rekaman CCTV. Polsek Kawedanan pun mengajak FK dan pemilk warung ke kantor polsek. Tak hanya keduanya, polisi menghadirkan pihak perangkat desa setempat untuk menyaksikan pemeriksaan itu.
BACA JUGA: Wanita Magetan Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Mandi
“Kami pihak kepolisian menanyai FK, ternyata mencuri karena kepepet. Kemudian, si pemilik warung pun sepakat agar kasus itu diselesaikan secara restorative justice. Nyonya FK ini juga sepakat mengganti uang dengan cara diangsur pada si pemilik warung. Kami juga mewajibkan Nyonya FK untuk lapor setiap hari Senin. Saya minta suami Nyonya FK untuk menemani saat istrinya laporan ke Polsek,” kata Kapolsek Kawedanan AKP Suparminto.
Tak dinyana, setelah sekitar satu jam pulang dari kantor polisi, FK masuk kamar mandi dan memilih mengakhiri hidup. Suparminto pun juga terkejut mendengar kabar tersebut. “Sekitar satu jam kemudian, saya dapat kabar dari kepala desa, katanya Nyonya FK ini meninggal tergantung di kamar mandi,” lanjut Suparminto.
Dia menduga, FK memilih mengakhiri hidup karena faktor ekonomi. Lantaran, sang suami yakni S baru sembuh dari sakit stroke dan sebelumnya bekerja serabutan (tidak punya pekerjaan tetap). Sementara, dua anaknya masih duduk di bangku sekolah.
BACA JUGA: Tukang Servis Sepeda Onthel di Magetan Nekat Akhiri Hidup
“Korban sudah dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan di Semarang. Hasil pemeriksaan tidak ada tanda kekerasan. Diduga meninggal karena mengakhiri hidup,” pungkas Suparminto.
Sebelumnya diberitakan, seorang wanita berinisial FK (39) ditemukan tewas tergantung di kamar mandi rumahnya di Desa Jambangan, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada Selasa (22/11/2023) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kejadian itu diketahui saat suami korban yang curiga karena istrinya lama tidak keluar dari kamar mandi. Sang suami kemudian mendobrak pintu kamar mandi dan menemukan istrinya dalam keadaan menggantung diri.
Suami korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa setempat. Perangkat desa kemudian melaporkannya ke Polsek Kawedanan untuk penyelidikan lebih lanjut.
BACA JUGA: 4.555 Disabilitas di Magetan Masuk DPT Pemilu 2024
“Petugas kepolisian yang tiba di lokasi kejadian melakukan olah TKP dan memeriksa jenazah korban. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Penyebabnya masih didalami,” kata Kasi Humas Polres Magetan AKP Budi Kuncahyo.
Pihak keluarga korban telah menerima kematian korban dan telah membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi. Keluarga korban juga tidak menuntut pihak manapun. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan dan akan dimakamkan di Kebumen. [fiq/suf]
Jika Kamu butuh bantuan konsultasi untuk mengatasi masalah depresi atau Kamu melihat orang yang ingin melakukan aksi bunuh diri bisa menghubungi nomor darurat Kementerian Kesehatan di 119.






