Probolinggo (beritajatim.com) – Untuk mengembangkan produk UMKM, Pemkot Probolinggo meresmikan One Pesantren One Product (OPOP). Tak hanya itu, dalam rangkaian hari santri nasional, pemkot juga melaunching klinik bisnis di depan TWSL, Kota Probolinggo.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DKUP) Kota Probolinggo, Fitriawati mengklaim program OPOP ini merupakan satu-satunya di Jawa Timur. Menurutnya program ini merupakannsalahnsatu perkembangan untuk pondok pesantren dengan melalui galeri tersebut.
Selain galeri, Fitriawati juga menyiapkan klinik bisnis yang bisa diakses oleh semua UMKM maupun pondok pesantren. “Untuk dai klinik bisnisnya ini ada lima tenaga pendamping beserta staf untuk mendukung UMKM maunpun pondok pesantren,” kata Fitriawati.
Selain itu para prndamping nantinya akan diajarkan untuk mendapatkan sertifikasi usaha mulai dari NIB dampai produk halal. Termasuk pendampingan desain kemasan dengan konsuktasi bisnis.
Menanggapi hal tersebut, Walikota Ptobolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin mengatakan bahwa hal tersebut merupakan langkah baru dalam memajukan UMKM. Sehingga dirinya berharap agar galeri OPOO ini menjadi stimulus lahirnya produk-produk baru di Kota Probolinggo.
“Keberadaan OPOP akan terus diberi ruang sehingga bisa menunjukkan hasil OPOP lebih luas lagi. Mudah-mudahan dengan adanya tempat ini bisa menjadikan penyemangat dan pengembangan pondok pesantren yang ada di Kota Probolinggo. Kawasan ini akan kita kembangkan untuk sektor kuliner,” jelas Habib Hadi. (ada/kun)
BACA JUGA: Penetapan Dirut PDAM Kota Probolinggo, YLPKI: Perusahaan Daerah Anak dan Mantu






