Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Eri Cahyadi, mengungkapkan bahwa relokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke lokasi yang baru, Tambak Osowilangun, Surabaya tetap akan dilakukan, meskipun mendapat protes dari warga jagal serta pedagang daging beberapa hari terakhir.
Eri menyebutkan, relokasi RPH Pegirian ini sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, pada tahun 2016 silam. Demi penataan kawasan religi Makam Sunan Ampel, yang letaknya tak jauh dari RPH.
“Ini harusnya dijalankan di tahun 2019. Tapi pada waktu itu ada kendala Covid. Sehingga, yang kita pindah dulu adalah terkait dengan babi, [kemudian] setelah itu sapi,” terang Eri dihadapan awak media di Hitech Mal Surabaya, Rabu (14/1).
Eri pun juga merinci, RPH Pegirian setelah pindah nantinya akan difungsikan sebagai kantung parkir kendaraan bersar menuju wisata religi, serta akan diisi dengan aneka ragam jenis Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM).
“Jadi saya sampaikan, saya mohon maaf, kalau harus membatalkan [rencana relokasi] tidak. Ini pasti akan berpindah,” jelasnya.
Penjelasan lebih lanjut, Eri menyampaikan bahwa di antara sembilan wisata religi Wali Songo cuma kawasam Makam Sunan Ampel di Surabaya saja; yang belum memilili kantung parkir untuk kendaraan besar dengan kapasitas memadai dan aktivitas dagang pelaku UMKM yang belum ditata rapi.
“Bisa dilihat, di seluruh sunan yang ada di wilayah Jawa Timur, para wali sing gak duwe parkir [yang tidak punya parkiran besar] mek ampel tok [cuma kawasan Wisata Religi Sunan Ampel saja],” papar Eri.
Oleh karena itu, dia kembali menegaskan relokasi RPH Pegirian ini akan tetap dilakukan dengan ikut serta mensosialisasikan kepada masyarakat. Dan rencana relokasi pindah akan dilaksanakan sesuai jadwal, setelah lebaran, bulan Maret 2026.
“Jadi insyaallah [relokasi] ini akan kita lakukan di bulan Maret setelah Lebaran. Ramadan, [kemudian] Lebaran kita pindah,” tegas Eri. (rma/ted)






