Mojokerto (Beritajatim.com) – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memberikan Inkubasi Sepatu Bagi Wirausaha Baru, di Gedung Raw Material Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Ini lantaran alas sepatu merupakan primadona bagi Kota Mojokerto dan mampu menembus pasar internasional sejak dulu.
Agar mampu berkembang lebih luas lagi, sebanyak 75 orang peserta mengikuti pelatihan yang dibagi dalam dua gelombang dengan narasumber dari Sanggar Berani Usaha (SBU) Yogyakarta. Peserta yang mengikuti inkubasi merupakan warga yang secara ekonomi terdampak pandemi Covid-19. Mereka adalah peserta yang mendaftarkan inkubasi pada tahun 2020.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkot-mojokerto”]
Namun yang tervalidasi pada tahun ini, ada sebanyak 200 orang. Dari data Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mojokerto, ada sebanyak 342 peserta yang mendaftar dan hasil validasi Disperindag ada sebanyak 200 peserta. Namun saat diundang pelatihan menurun menjadi 75 orang dibagi menjadi dua session. Session 1 ada 40 orang warga Kelurahan Prajurit Kulon dan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon
Mereka mengikuti pelatihan pada minggu lalu. Sementara session 2 diikuti 35 orang yang merupakan warga Kecamatan Prajurit Kulon dan Kelurahan Miji, Kecamatan Prajurit Kulon serta Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari. Sejumlah alasan menjadikan para peserta tidak mengikuti pelatihan, seperti sudah bekerja, tidak memenuhi kuota kelompok.

Tahun depan, Ning Ita (sapaan akrab, red), berencana akan memberdayakan para wirausaha baru yang masih konsisten untuk memproduksi sepatu anak-anak. Dimana, sepatu anak-anak tersebut akan diberikan secara gratis kepada para pelajar melalui program pendidikan gratis. Melalui produk-produk unggulan lokal alas kaki ini, diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan lebih luas lagi bagi masyarakat secara berkelanjutan.
“Sehingga, hal ini sejalan dengan visi Kota Mojokerto yang berdaya saing, mandiri, demokratis, adil, makmur, sejahtera dan bermartabat. Yang mana, nantinya dapat menciptakan SDM unggul dalam mempersiapkan Kota Mojokerto sebagai Kota Pariwisata,” harapnya. [tin/kun]






