Denpasar (beritajatim.com) – Moment Asosisasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Outlook yang digelar di Denpasar, Bali dimanfaatkan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari untuk memperkenalkan kekayaan budaya Majapahit. Ini karena Pulau Dewata memiliki kelekatan sejarah dengan Kerajaan Majapahit.
Bahkan sebagian masyarakat Bali mempercayai dirinya memiliki darah Majapahit, khususnya masyarakat kalangan tri wangsa. Hal tersebut disampaikan Ning Ita (sapaan akrab, red) saat meninjau Stand Exhibision Dekranasda Kota Mojokerto di Segara Village, Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (18/12/2021).
“Masyarakat Bali ada korelasi sejarah dengan masyarakat Kota Mojokerto yakni sama-sama keturunan Majapahit. Karena terbukti berbagai warisan budaya yang ada di Bali ini sama persis yang ada di Mojopahit kala itu. Bangunan di Bali rata-rata menggunakan batu bata merah, ini kan sama persis dengan candi-candi peninggalan Kerajaan Majapahit yang tersebar di Mojokerto,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkot-mojokerto”]
Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto juga mencontohkan, jika kedekatan itu tak hanya dari hubungan darah, tapi juga diimplementasikan ke desain arsitektur Bali yang menyerupai desain arsitektur majapahit saat itu. Tak hanya itu, Kota Mojokerto dan Bali juga memiliki catatan sejarah nasional yang sama terkait keberadaan sang Proklamator, Soekarno.
“Dari arsitektur, sama ini yang menurut kami satu ikatan sejarah yang cukup kuat. Ditambah, Soekarno ini kan keturunan dari Bali, karena ibunda beliau berasal dari Bali. Dan pada tahun 1907 hingga 1915, Soekarno kecil hijrah ke Kota Mojokerto mengikuti ayahnya yang bertugas sebagai pengawas di salah satu sekolah di Kota Mojokerto,” katanya.
Bahkan, Soekarno kecil juga sempat menimba ilmu pendidikan dasar di sekolah Ongko Loro serta ILS. Jejak dua tempat Soekarno di Kota Mojokerto sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. Dua sekolah yang saat ini berubah menjadi SDN Purwotengah dan SMP Negeri 2 Kota Mojokerto sudah dibangunkan patung Soekarno.
“Yakni patung Soekarno versi usia 12 tahun dengan pakaian khas akulturasi budaya jawa dan belanda. Kedepan, SDN Purwotengah akan dijadikan sebagai Galeri Soekarno dan programnya sudah masuk dalam Kemendibud Ristek. Tahun depan akan mulai dibangun konten-konten digital yang bisa dijadikan sebagai tempat mendapatkan ilmu terkait Soekarno,” ujarnya.
Hal tersebut, tegas orang nomor satu di Kota Mojokerto ini, Galeri Soekarno akan menampilkan konten digital yang bisa dijadikan sebagai tempat mendapatkan ilmu terkait Soekarno. Namun dengan cara yang lebih menarik supaya anak-anak generasi milenial lebih tertarik mempelajari sejarah. [tin/kun]






