Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Vinanda Prameswati menekankan kesiapan lintas sektor dalam menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Kota Kediri. Arahan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi lintas sektor Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar di Ruang Rupatama Polres Kediri Kota, pada Rabu (11/3/2026).
Dalam rapat tersebut, Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali menyampaikan bahwa mobilitas masyarakat di Kota Kediri mulai meningkat memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan.
“Alhamdulillah memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadan, terpantau gelombang mobilitas di Kota Kediri semakin memadat. Ini menjadi satu sinyal penting bagi kita semua untuk menghadapi situasi pada saat Idulfitri besok. Sebelumnya saya sampaikan terima kasih pada Polres Kediri Kota dan Kodim 0809 Kediri yang telah membantu dan mendukung Pemkot Kediri dalam hal pengkondisian situasi selama momen Idulfitri dari tahun ke tahun,” ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, sekitar 143,9 juta orang diproyeksikan melakukan perjalanan pada musim mudik Lebaran tahun ini.
Dari jumlah tersebut, Jawa Timur menjadi tujuan kedua terbanyak setelah Jawa Barat. Kondisi ini membuat Kota Kediri diperkirakan turut menjadi daerah tujuan maupun lokasi singgah para pemudik.
Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas tersebut, Pemerintah Kota Kediri menyiagakan berbagai perangkat daerah, mulai dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pemadam Kebakaran hingga BPBD Kota Kediri guna berkolaborasi dengan TNI dan Polri.
“Hal ini untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas, keamanan, layanan kesehatan, hingga ketersediaan logistik. Seperti pangan, BBM, dan lainnya. Kami juga menyelenggarakan program balik gratis dari Kediri menuju Surabaya dan Jakarta,” ungkapnya.
Selain itu, Pemkot Kediri juga tetap mengoptimalkan sistem Area Traffic Control System (ATCS) untuk pengaturan arus lalu lintas di sejumlah persimpangan utama.
Pemerintah kota juga membuka kanal pengaduan Lapor Mbak Wali 112 sebagai sarana bagi masyarakat maupun pemudik untuk melaporkan kondisi darurat yang terjadi selama berada di Kota Kediri.
Apabila kondisi darurat terjadi di tingkat kelurahan, Pemkot Kediri juga telah menyiapkan mobil pelayanan masyarakat yang siaga di setiap kelurahan.
“Kami berharap, pada waktu krusial puncak arus mudik dan balik, rekan-rekan semakin waspada, fokus, dan tingkatkan koordinasi terkait berbagai potensi kerawanan. Baik kerawanan kriminalitas, kemacetan, hingga kecelakaan di berbagai jalur hingga fasilitas publik yang dipadati pengunjung,” jelasnya.
Vinanda juga menekankan pentingnya penguatan komunikasi lintas sektor serta penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat agar perjalanan mudik berlangsung aman dan nyaman.
Sementara itu, Kapolres Kediri Kota Anggi Saputra Ibrahim menjelaskan bahwa Hari Raya Idulfitri merupakan momentum penting yang identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.
“Rakor ini menjadi bentuk kesiapan dan sinergitas dalam rangka pengamanan Hari Raya Idulfitri. Operasi Ketupat Semeru merupakan operasi kemanusiaan untuk memberikan rasa aman, nyaman dan pertolongan kepada masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, Kota Kediri menjadi salah satu wilayah jalur mobilitas masyarakat sehingga perlu perhatian khusus dalam memberikan pelayanan terbaik selama musim mudik.
Dalam pengamanan Lebaran tahun ini, terdapat beberapa fokus utama yang menjadi perhatian aparat. Di antaranya rekayasa lalu lintas, penyiapan jalur alternatif, serta pengamanan titik rawan kemacetan dan kecelakaan.
Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada tempat ibadah selama pelaksanaan Salat Id, pusat keramaian seperti pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, serta kawasan wisata.
Pengendalian stabilitas dan ketersediaan bahan pokok juga menjadi prioritas, termasuk kesiapsiagaan terhadap potensi bencana alam maupun situasi darurat lainnya.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri sehingga dukungan dan partisipasi seluruh stakeholder terkait sangat kami harapkan. Sinergi yang selama ini terjalin baik menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas kamtibmas,” pungkasnya.
Dalam rapat koordinasi tersebut juga disampaikan paparan dari sejumlah instansi terkait, di antaranya Kabag Ops Polres Kediri Kota, Dinas Perhubungan Kota Kediri, Dinas Kesehatan, BPBD, BMKG, Stasiun Kota Kediri, serta Dinas PU Bina Marga Jawa Timur. [nm/ian]






