Surabaya (beritajatim.com) – Terapi Bekam merupakan salah satu praktik medis tradisional yang banyak dilakukan di berbagai negara di belahan dunia. Cina dan negara-negara timur tengah sangat akrab dengan terapi menggunakan cup ini. Di Indonesia, bekam juga banyak ditemukan bahkan menjadi salah satu sunnah rasulullah yang cukup populer.
Terapi ini dipercaya selama ribuan tahun karena sangat efektif dan dapat meredakan nyeri otot. Di Indonesia juga sering digunakan sebagai pengobatan alternatif bagi masyarakat. Bukan hanya dilakukan oleh orang dewasa, beberapa bahkan memberikan terapi bekam kepada bayi. Mari kita cari tahu apa saja manfaat dan efek samping dari terapi bekam.
Membuang Racun, Angin, dan Kolesterol
Bekam ini dapat dapat menghilangkan racun, angin, dan kolesterol yang menumpuk di darah lapisan kulit, yang sering menyebabkan penyakit. Bekam akan menghisap racun, darah kotor, angin dan kolesterol
Melancarkan Peredaran Darah
Bekam dapat membantu melancarkan peredaran darah. Hal ini dikarenakan bekam menggunakan penghisap darah kotor yang memiliki efek meningkatkan aliran darah dan memperkuat pembuluh darah, sehingga Darah yang tersumbat akan menjadi lancar.
Mengatasi Kelelahan
Ketika Anda terlalu banyak aktivitas dan sudah pasti kelelahan, maka sebagai masyarakat sering memilih alternatif pijat untuk pengobatan. Akan tetapi selain pijat, bekam telah juga dapat mengatasi rasa lelah.
Meredakan Nyeri dan Keluhan
Manfaat lain dari bekam adalah dapat meredakan berbagai jenis rasa sakit dan penyakit. Bekam dapat meredakan nyeri pada punggung bagian bawah, bahu, dada, punggung, perut bahkan asam urat.
Memperbaiki Sistem Tubuh
Bekam dapat memperbaiki penyakit tubuh dan sistem disfungsional. Ini salah satunya karena bekam meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh, karena Bekam akan memperkuat sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan aktivitas syaraf tulang belakang.
Efek Samping Bekam
perlu diperhatikan bahwa bekam memiliki efek samping. Salah satu efek samping bekam adalah memar pada kulit. Namun pengobatan alternatif ini juga memiliki potensi risiko penularan penyakit yang ditularkan melalui darah seperti hepatitis B, dan hepatitis C, dan jika jarum suntik yang digunakan secara bergantian ini juga dapat beresiko fatal menularkan penyakit.
Oleh karena itu, sebelum melakukan terapi bekam, pastikan bahwa tempat bekam yang dipilih dapat diandalkan dan aman, dan bahwa terapis yang bertanggung jawab adalah praktisi yang berkualifikasi dan berpengalaman. (ptr/tur)






