Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau perbaikan ruas jalan nasional Babat-Lamongan yang dilakukan oleh Tim Sapu Lubang Kementerian PU. Ia memberi semangat kepada tim yang telah bekerja keras sejak Januari hingga Maret menuntaskan penambalan jalan berlubang.
“Ya saya melihat langsung tadi rekan-rekan pekerja, dan sudah bekerja keras hingga 16 Maret ini dan kita sudah fokus pada penambalan lubang baru yang akan kita kejar sampai tanggal 20 Maret, 10 hari sebelum lebaran,” kata Emil saat meninjau kondisi jalan di sepanjang Jalur Nasional Gresik-Lamongan, Minggu, (16/3/2025).
Upaya Emil ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur Khofifah untuk segera memperbaiki ruas jalan yang mengalami kerusakan struktural, termasuk juga penambalan jalan berlubang sebelum mendekati lebaran.
“Tentu, ini berdasarkan instruksi Bu Khofifah, baik itu penambalan atau perbaikan pada kerusakan struktural. Kita harus kejar sebelum mendekati lebaran,” urainya.
Mantan Bupati Trenggalek tersebut menuturkan, jika ada sebanyak 11.868 lubang jalan yang harus ditambal di lintas utara dan tengah, saat ini ada 11.175 lubang jalan yang sudah ditambal.
“Beliau sudah menyiapkan penambalan total sejak Januari yang ditambal oleh tim Balai di lintas utara dan tengah itu sudah 11.868 lubang yang ditambal. Terus ini lubang yang sudah ditangani 11.175,” jelas Emil.
Suami Arumi Bachsin ini menyampaikan, bahwa beberapa ruas jalan memang sudah diupayakan untuk ditingkatkan menjadi beton. Namun, beberapa ruas jalan yang akhirnya berlubang terjadi, karena memang ada area yang belum sempat terbeton. Sehingga, menurutnya, penambalan ini menjadi langkah preventif untuk mempersiapkan liburan lebaran 2025.
“Waktu periode pertama sebagai Wagub kami konsentrasi dengan kepala balai saat itu bagaimana ruas ruas ini ditingkatkan menjadi beton. Menurut Pak Artamana bahwa pembetonan itu memang menambah umur 20 tahun. Tapi yang terjadi lubang bisa kita lihat, terjadi di segmen segmen yang memang belum sempat dibeton,” terang Emil.
Emil juga menegaskan, bahwa kondisi jalan dengan lubang baru juga disebabkan berbagai hal di antaranya beban truck dan kondisi hujan yang terus menerus mengguyur.
“Nah ini makanya solusinya adalah dilakukan penambalan, tapi ruas ini itu memang riskan karena dua hal. Satu, karen bebannya berat dan yang kedua, lagi hujan. Kalau lagi hujan, jumlah lubangnya bertambah,” tutur Emil.
Oleh sebab itu, Emil menilai bahwa penggunaan aspal dingin juga bisa menjadi solusi jangka pendek yang bisa diambil dalam menyikapi situasi liburan lebaran yang notabene arus lalu lintas akan semakin padat terutama di area utara.
“Aspal dingin ini memang lebih cepat ngerjainnya, tidak terlalu awet tapi bisa untuk menjaga bagi pengguna jalan sementara,” jelas Emil.
Dirinya bersama tim Balai juga akan segera memetakan titik-titik mana saja yang harus segera dilakukan pembetonan untuk meminimalisir terjadinya kerusakan jalan berlubang.
“Mudah mudahan secara dicicil tetep bisa dilakukan pembetonan lagi, karena ini ruas strategis,” tambahnya.
Emil berpesan kepada para pengemudi roda dua dan empat agar mengutamakan keselamatan dalam berkendara, dan tidak perlu melebihi batas kecepatan yang sudah ditentukan.
“Kalau kendaraan roda 4 setelah ditambal mungkin relatif aman, untuk yang roda 2 tolong dipatuhi batas kecepatan, 60 km per jam. Kalau masih 60km/jam, Insya Allah aman dan selalu fokus dalam berkendara,” pungkas Emil. (tok/but)






