Sidoarjo (beritajatim.com) – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesusahan, Wakil Bupati Sidoarjo H. Subandi tilik dua, Muhammad Riski (11) di Desa Sumokali, Kecamatan Candi dan Suyono (66) warga Desa Blurukidul, Kecamatan Sidoarjo, Selasa (16/5/2023).
Kedua warga tersebut sedang membutuhkan bantuan karena sakit. Muhammad Riski, siswa kelas 4 Madrasah Ibtidayah Nahdatul Ulama (Minu) Desa Sumokali tidak mau sekolah akibat sering dibully oleh temannya karena menderita benjolan pada hidung (tumor).
“Hari ini kita Sidak warga yang sedang sakit, kita dapat laporan sudah 1,5 tahun mengalami sakit tersebut dan belum dapat tindakan. Kita sebagai pimpinan daerah turun hadir percepatan penanganan agar segera di operasi, karena adik Muhammad Riski ini masih dalam masa pertumbuhan,” ujarnya.
Dalam kunjungan ke rumah Muhammad Riski, Cak Bandi sapaan akrab Wabup itu didampingi Dinas Kesehatan, Baznas, Camat, Kepala Desa Sumokali dan Dinas Sosial. Diharapkan Riski segera diperhatikan dan ditangani sakitnya.
“Insya Allah dengan kehadirian pimpinan daerah agar segera bisa ditangani,” ungkap Wabup.
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/wabup-sidoarjo-h-subandi-bedah-rumah-janda-desa-janti/
Sementara itu Umiyah (56) tahun, nenek Muhammad Riski membenarkan cucunya tidak mau sekolah. Disampaikannya benjolan yang ada pada cucunya itu tumbuh sejak lahir. Namun waktu itu penyakitnya tidak sebesar saat ini yang menutupi mata dan hidungnya.
Dari benjolan tersebut, Rizki sering mendapatkan ejekan dari teman-temannya sehingga ia tidak mau masuk sekolah dan memilih di rumah.
“Ya cucu saya tidak mau sekolah karena adanya benjolan di mata dan hidungnya, selama ini sudah diperiksakan kedokter dengan menggunakan BPJS Kesehatan dari pemerintah namun masih menunggu panggilan,” terangnya.
Sementara Suyono warga Desa Bluru Kidul yang dikunjungi Wabup Sidosrjo mengalami sakit Selulitis ada infeksi akibat diabetes. Ironisnya Suyono yang dalam kondisi sakit tinggal sendirian di rumahnya.
“Ada warga kita yang lagi sakit, dia tidak ada saudara tinggal sendiri. Dulu punya BPJS saat kerja, namun sekarang pak Suyono tidak bekerja sehingga tidak dicover jaminan sosial,” tandasnya.
https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/wabup-subandi-janji-jamin-pendidikan-anak-warga-tidak-mampu/
Khusus untuk warga Desa Bluru Kidul yang sakit sebatang kara tidak ada saudara, mantan Kades Pabean Sedati itu memerintahkan pihak Dinas Sosial agar dapat bantuan BPJS Kesehatan serta untuk makannya setiap hari akan dikirim oleh Baznas Sidoarjo. Subandi juga berpesan bagi masyarakat yang sakit diharapkan ada kepedulian lingkungan mulai di tingkat RT/RW hingga kades.
“Jika Kepala Desa tidak mampu menyelesaikan permasalahan maka pemerinta harus hadir. Kalau seperti ini tidak mungkin bisa diselesaikan di tingkat desa, maka berdasarkan laporan yang kita terima lalu mencarikan solusi,” tutup Cak Bandi. [isa/but]






