Pasuruan (beritajatim.com) – Usai diprotes warga dengan menanam pohon pisang, jalan rusak di Desa Kedungboto, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan akhirnya diperbaiki. Perbaikan yang dimulai pada Kamis (11/8/2022) lalu kemudian dipantau Wakil Bupati Pasuruan Mujib Imron dengan menggelar inspeksi mendadak (sidak).
Gus Mujib, sapaan akrabnya, melakukan sidak di sepanjang jalan yang diperbaiki. Panjang jalan yang rusak mencapai 148 meter dan lebar 4 meter.
Menurut Gus Mujib, perbaikan jalan mulai dari RT 6 sampai RT 7 menjadi salah satu skala prioritas kegiatan pemeliharaan jalan berkala pada 2022. Terlebih lokasi tersebut merupakan perbatasan antara Kabupaten Pasuruan dengan Kabupaten Sidoarjo.
“Semula saya tidak tahu kalau jalan di sini lumayan rusak parah. Karena pas ke sini bulan kemarin, pak Kades sakit dan ternyata di sini jalannya rusak parah dan belum diperbaiki. Maka dari itu harus masuk prioritas karena perbatasan dengan Sidoarjo, sehingga langsung diperbaiki,” katanya.
Dengan diperbaikinya jalan di Kedungboto, Gus Mujib menegaskan jalan-jalan lain yang rusak juga menjadi perhatian serius. Meski tak semuanya bisa diperbaiki dalam kurun waktu setahun namun dipastikan akan dilakukan secara bertahap.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Pasuruan”]
“Dua tahun kami tidak bisa maksimal karena memang Pandemi Covid-19. Dan tahun ini kami bisa melakukan perbaikan jalan di sana dan di sini meskipun tidak semua karena masihd dalam keterbatasan anggaran,” terangnya.
Sementara itu, Kabid Pemeliharaan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan, Ahmad Sidiq menjelaskan, kondisi jalan di RT 6-RT 7 di Desa Kedungboto sudah mengalami kerusakan sejak dua tahun lalu. Pengerjaannya sudah dimulai sejak dua pekan lalu, dan ditargetkan selesai hari ini.
Ia pun mengaku kaget tatkala warga akan menggelar tasyakuran atas selesainya perbaikan jalan.
“Katanya malam akan tasyakuran karena selain agustusan juga dalam rangka merayakan selesainya perbaikan jalan ini,” ucapnya. [ada/beq]






