Jember (beritajatim.com) – Para guru pendidikan agama Islam yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kabupaten Jember, Jawa Timur, diminta bekerja dengan hati dan bersabar menghadapi berbagai macam karakter anak didik.
Demikian pesan Wakil Bupati Muhammad Balya Firjaun Barlaman, usai mengukuhkan pengurus KKG PAI Masa Bakti 2023 – 2027, di Aula PB Sudirman Pemerintah Kabupaten Jember, Jumat (3/2/2023). “Kalau tugas dirasakan sebagai beban, maka akan seringkali terpancing dengan perilaku anak-anak,” katanya.
“Tapi kalau bekerja dengan hati dirasakan ini sebagai kebutuhan, bahwa anak butuh seorang pendidik, insya Allah dengan berbagai karakter anak-anak bakal bisa mengatasinya dengan baik,” kata Firjaun yang juga pengasuh Pondok Pesantren As Shiddiqi Putra.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pemkab-jember”]
Pemerintah Kabupaten Jember akan berusaha meminimalisasi kendala yang dihadapi guru pendidikan agama Islam. Selain itu, pemerintah daerah juga akan berupaya memenuhi kebutuhan para guru. “Termasuk soal kebutuhan kompetensi, kesejahteraan, tenaga. Ini karena tenaga pendidikan guru agama kurang. Kami masih memproses semuanya. Mudah-mudahan ke depan akan lebih baik,” kata Firjaun.
Tahun ini Pemkab Jember secara umum sudah mengalokasikan 24 persen Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2023 untuk sektor pendidikan. “Idealnya 20 persen,” kata Firjaun.
Firjaun berharap Pengurus KKG PAI agar bersinergi dengan berbagai pihak. “Eksistensi guru PAI di Jember yang cukup besar memberikan kontribusi semaksimal mungkin,” katanya. [wir/suf]






