Jember (beritajatim.com) – Wakil Bupati Djoko Susanto berharap semua pihak berpergang pada komitmen untuk mengelola Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, secara transparan, bersih, dan mengikuti regulasi.
“Saya harap kita semua berpegang pada komitmen yang kita sepakati semula. Jadi bagaimana mengelola daerah ini, mengelola aparatur, mengelola kepegawaian ini semata-mata untuk percepatan lahirnya kesejahteraan masyarakat,” kata Djoko, Selasa (11/3/2025).
“Perlu saya tegaskan kembali bahwa mengelola pemerintahan itu ora podo karo ngelola rumah tangga. Kalau rumah tangga iso sak karepe dewe. Kalau mengelola pemerintahan ini ada mekanisme yang harus diikuti,” kata Djoko.
Djoko menyempatkan diri hadir dalam acara Forum Lintas Perangkat Daerah di aula Dinas Pendidikan Jember, Selasa (11/3/2025), dan menyaksikan paparan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) soal program kerja ke depan.
“Kalau saya ikuti sebentar beberapa session, saya lihat ini sinkronisasi usulan program dia (OPD) dengan visi-misi, sekaligus harmomisasi antarprogram, antar OPD. Kira-kira seperti itulah,” kata Djoko.
Acara itu diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jember sejak Senin (10/3/2025). “Kehadiran saya di sini pada saat ini adalah dalam kapasitas saya sebagai kepala daerah yang memastikan semua kegiatan di Jember bisa berjalan baik. Tugas kepala daerah paling utama itu. Jadi memastikan aktivitas sekuruh warganya berjalan dengan baik,” kata Djoko.
Namun Djoko sendiri mengakui tidak tahu informasi tentang beberapa agenda pemerintah daerah selama ini. Salah satunya kegiatan rutin pemaparan tentang seratus hari kerja yang digelar rutin setiap Senin malam, sejak kemarin (10/3/2025).
“Saya tidak tahu dan tidak diundang. Saya baru ngeh kalau semalam ada kegiatan. Alhamdulillah saya tidak dilibatkan sehingga saya sore saya bisa bercengkerama dengan keluarga, dengan cucu saya. Saya menyikapi begitu saja,” kata Djoko.
“Yang penting kehadiran saya di sini (dalam acara Forum Lintas Perangkat Daerah), saya mencoba berbuat sesuatu yang bisa bermanfaat untuk masyarakat. Kalau memang saya tidak dilibatkan ya alhamdulillah. Lebih baik saya mengemong cucu saya,” kata Djoko. [wir]







10 Komentar
Smoga sj aparatur pemerintah tdk arogan dan mngutamakn kpntingn masyarakat.. trutama kmakmuran dan kenymanan hidup dikota jmber.. ken slama ini belum pernah ada Bupati dan perangktny brpkir mensejaterahkn masyarakat???? Contoh nyata kondisi jln yg bnyk rusak sj tdk diperhatikn puluhan tahun ??? Rutinitas bnjir dmna2 ???? Dimana pengabdian aparat ???
Yg diharapkn masyarakat krjasama aparatur pemerintah unt mensejahterakn rakyatny.. jg kenyaman hidup di jember dg tdk trkendala apapun keamanan kenyamanan kesejahteraan.. mnfaatkn anggaran unt rakyat jng msuk kntong???.. buktiny puluhan tahun jln2 tdk pernah ada perbaikn ??? Adany pnambalan saja .. belum lgi korban bnjir daerah pinggiran yg brtahun2 jg dlm kota belum pernah perbaikn selokn puluhan tahun???
Kok sepertinya sy mencium aroma perpecahan ya bupati dan wakil bupati….
Njenengan selesaikan secara internal saja pak, jangan dibawa ke publik,,,, kelihatan klo diawal pemerintahan punya kepentingan sendiri 2 antara bup dan wabup… Gimana penilaian masyarakat klo begitu
Sebaiknya dipikirkan bersama Bupati dan Wabub dlm menyelesaikan urusan Pemerintahan dan penataan birokrasi di Kabupaten Jember.
Wabup rasa bup….🤣🤣🤣
Kalo Wabup ngomong gak dilibatkan dan lebih baik momong cucu secara langsung ada sesuatu yang gak harmonis hubungan kerja sama Bupati n Wabup
Katanya mmperbaiki pemerintahan mbela tetangga eeee jl byk yg rusak kok momog cucu….ya…sesuaikan dg janji”nya ojok ngomong tok….
Saya sering membaca berita tentang pemkab Jember kayaknya antara bupati dan wakilnya sering tidak seirama…mudah2an saya salah.
Yg sdh mendapat amanah pemimpin Jember harusnya semua dikoordinasikan dan dipastikan berjalan dg benar dan bermanfaat utk masyarakat.