Bondowoso, (beritajatim.com) – Momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) dimanfaatkan komunitas peduli lingkungan Sarkaspace untuk mengedukasi masyarakat terkait pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Bertepatan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat selama bulan Ramadhan, volume sampah di Kabupaten Bondowoso disebut bisa naik hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa.
Ketua Sarkaspace, Ahmad Quraisy yang akrab disapa Uyes, mengatakan bahwa pada momen HPSN tahun ini pihaknya menempatkan satu unit drop box sampah terpilah di kawasan Paseban Timur, tepatnya di dekat bazar UMKM Ramadhan.
“Di bulan Ramadhan ini, Sarkaspace menempatkan drop box tempat sampah terpilah karya buatan Sarka Space. Bentuknya bulan sabit, menyesuaikan dengan suasana bulan suci. Cara kerjanya, masyarakat cukup memasukkan botol atau gelas plastik ke lubang yang sudah disediakan,” ujar Uyes, Sabtu (21/2/2026).
Drop box tersebut dirancang khusus untuk menampung sampah botol dan gelas plastik. Penempatan fasilitas itu, lanjutnya, bukan sekadar menyediakan tempat sampah tambahan, melainkan sebagai sarana edukasi langsung kepada masyarakat agar mulai terbiasa memilah sampah sesuai jenisnya.
Menurut Uyes, berdasarkan pengamatan komunitasnya, fasilitas tempat sampah yang tersedia saat ini umumnya masih satu jenis, sehingga sampah tercampur dan menyulitkan proses pengolahan lebih lanjut. Padahal, pemilahan sejak awal dinilai menjadi kunci untuk mengurangi beban di tempat pembuangan akhir (TPA).
“Kalau sejak awal sudah dipisah, proses pengelolaan berikutnya akan jauh lebih mudah dan nilai ekonominya juga bisa dimanfaatkan, misalnya melalui bank sampah,” jelasnya.
Secara umum, persoalan sampah di Bondowoso masih menghadapi sejumlah tantangan. Peningkatan volume sampah rumah tangga, keterbatasan fasilitas pengolahan, serta kebiasaan masyarakat yang belum sepenuhnya melakukan pemilahan dari sumber menjadi pekerjaan rumah bersama.
Di sisi lain, inisiatif masyarakat seperti bank sampah, komunitas lingkungan, serta edukasi di sekolah mulai tumbuh dan menunjukkan kontribusi nyata dalam membantu mengurangi beban sampah daerah.
Melalui momentum HPSN, Sarkaspace berharap kesadaran kolektif masyarakat semakin meningkat. Pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar solusi yang dibangun dapat berjalan berkelanjutan.
“Harapannya, dari langkah kecil seperti ini, masyarakat semakin sadar bahwa memilah sampah itu sederhana, tapi dampaknya besar bagi lingkungan,” pungkas Uyes. (awi/aje)






