Surabaya (beritajatim.com) – Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mendorong peningkatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai output yang harus dihasilkan oleh pendidikan vokasi.
Hal itu disampaikan Dekan Fakultas Vokasi Unair, Anwar Maruf, saat Seminar Nasional Vokasi Indonesia 2022 bertema ‘Peran Paten dalam Kemandirian Teknologi di Era Revolusi Industri 5.0’ di Airlangga Sharia Enterpreneurship & Education Center (ASEEC), Sabtu (3/12/2022).
Di kesempatan ini, Vokasi Unair ingin mengajak peserta memiliki gambaran terkait industri 5.0 dan efek serta tantangan yang harus dihadapi dengan adanya revolusi industri 5.0. Selain itu, mereka juga diharapkan mampu menghadapi revolusi industri 5.0 dan dapat membekali diri agar menjadi SDM yang unggul sebagai pelaku revolusi.
“Mereka mampu mengetahui peran paten dalam Industry 5.0 dan dapat membangun jejaring dalam hal kegiatan penelitian. Adanya Seminar Nasional Vokasi Indonesia tahun 2022 ini sebagai salah satu upaya untuk mendorong peningkatan HKI sebagai output yang harus dihasilkan oleh pendidikan vokasi,” ujar Anwar.
Dalam seminar ini, lanjut Anwar, ada sejumlah topik yang diangkat mewakili tiga departemen di Vokasi Unair, antara lain departemen bisnis, kesehatan dan teknik.
[berita-terkait number=”2″ tag=”universitas-airlangga”]
Vokasi Unair sendiri menghadirkan tiga narasumber, mereka adalah Beny Bandanadjaja, Mas Rahmah, dan Purwati. “Selain dalam bentuk seminar kegiatan ini juga dilengkapi dengan adanya call for paper serta presentasi research dari para peserta,” katanya.
Sementara Beny selaku Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi Kemendikbud Ristek dalam acara ini menyampaikan peran strategis HKI sebagai manifestasi kontribusi vokasi kemajuan intelektual bangsa.
Menurutnya, peran vokasi adalah mengimplementasikan apa yang diketahui.
“Termasuk membuat penelitian-penelitian yang dapat diterapkan, menghasilkan inovasi yang terupdate salah satunya melalui link and match dengan industry,” katanya. [ipl/beq]






