Surabaya (beritajatim.com) – Manajemen Hotel Indonesia Pekalongan akhirnya angkat bicara terkait viralnya insiden pengusiran tamu, Rama Sahid yang dilakukan oleh pihaknya pada Rabu (13/8/2025) malam. Dalam klarifikasi resmi yang disampaikan melalui akun TikTok @ariyesti18, pihak hotel memberikan penjelasan mengenai latar belakang kejadian tersebut, terutama soal perbedaan tarif kamar yang dipesan melalui aplikasi pihak ketiga.
Menanggapi viralnya video tersebut, manajemen Hotel Indonesia Pekalongan akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Dalam pernyataan yang disampaikan melalui akun TikTok @et_ariyesti18, pihak hotel menjelaskan bahwa insiden tersebut berkaitan dengan perbedaan tarif kamar yang tercantum di aplikasi pemesanan online, Traveloka, dengan harga minimum yang ditetapkan oleh pihak hotel.
Menurut manajemen, tarif minimum kamar di Hotel Indonesia Pekalongan adalah sebesar Rp150.000 per malam. Namun, pada kasus yang viral tersebut, harga yang tertera di aplikasi pemesanan diketahui lebih rendah dari batas minimal tersebut. Karena itu, hotel memberlakukan biaya tambahan sebesar Rp10.224, yang diklaim sebagai penyesuaian tarif.
“Kebijakan harga minimum ini sebenarnya telah kami cantumkan secara resmi di area resepsionis,” jelas pihak manajemen dalam video klarifikasi tersebut.
Lebih lanjut, pihak hotel juga mengungkapkan bahwa tamu yang bersangkutan telah diarahkan untuk mengonfirmasi perbedaan harga kepada pihak aplikasi Traveloka, karena informasi mengenai biaya tambahan tidak ditampilkan di platform tersebut. Namun, tamu tetap bersikukuh ingin menempati kamar tanpa menyelesaikan proses penyesuaian tarif. Situasi kemudian memanas ketika komunikasi antara tamu dan staf hotel berlangsung dalam nada yang dianggap menekan.
“Dan saat itu Bapak M. Sahid memaksa masuk room, dengan alasan sudah lelah di perjalanan. Kami pun sudah mengarahkan beliau ke aplikasi Traveloka yang dia pesan. Dan saya pun segera datang setelah mendapat telepon dari FO (front office),” ujarnya, dalam video klarifikasi tersebut.
Pihak hotel menyatakan bahwa manajemen telah turun tangan secara langsung untuk menyelesaikan situasi yang semakin tegang, terutama ketika tamu meminta pengembalian dana secara tunai—padahal proses refund seharusnya dilakukan melalui aplikasi Traveloka. Karena tidak ada titik temu dan demi menjaga kenyamanan tamu lain, manajemen akhirnya memutuskan meminta tamu tersebut untuk meninggalkan kamar.
Meski demikian, pihak hotel menegaskan bahwa mereka tetap mengedepankan komunikasi yang sopan dan terbuka sepanjang insiden terjadi. Di akhir klarifikasinya, manajemen Hotel Indonesia Pekalongan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, serta menyayangkan jika video yang tersebar menimbulkan persepsi negatif terhadap layanan hotel.
Bahkan baru-baru ini, pihak Hotel Indonesia Pekalongan secara resmi meminta maaf secara terbuka kepada Rama Sahid atas insiden tersebut.
Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dinparbudpora) bersama PHRI Kota Pekalongan juga telah turun tangan melakukan klarifikasi dan pendampingan terhadap manajemen hotel. Pihak hotel mengakui adanya kesalahan dalam prosedur pelayanan dan menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem manajemen dan komunikasi internal. (fyi)







6 Komentar
Ya hotelnya yang salah tidak merubah harga di aplikasi. Sebagai tamu wajar kalau dia ingin cepat istirahat. Apalagi dalam Video yang viral petugas hotel yang lelaki maupun yang perempuam tidak menghargai tamu sama sekali dari sikapnya…….WAJIB #blacklisthotelindonesiapekalongan
Bisa dipesan via aplikasi pihak lain berarti kan ada kerjasama, harusnya semua menjadi tanggung jawab hotel dan pihak aplikatornya dong. Tamu taunya ya harga yg tertera dan SDH dibayar lunas. Aneh aja kalo masih diminta tambahan oleh pihak hotel
Hotel kontol udah bayar di usir anjing
Management bodoh
Lah berapapun tarif yang ditawarkan itu urusan hotel dan traveloka. Customer setuju bayar. Manajemen hotelnya idiot. Udah salah pake ngeles
Ditengah tengah layanan pengunjung wisata yang makin sepi sebaiknya pihak management mendepankan potensi kedepanya dibanding emosi sesaat hanya karena Rp 10.000 bisa rugi berpuluh puluh kalipat apalagi sudah viral begini personal brand nama hotel semakin turun yang diuntungkan adalah hotel hotel disekitar ….dalam dunia bisnis pelanggan adalah raja apalagi pelanggan kali ini punya bukti kuat video dan dukungan netizen …
Note hanya karena 10 RB