Ringkasan Berita:
- Video CCTV aksi pemuda menutup jalan di simpang H Agus Salim Madiun viral di media sosial.
- Penutupan jalan diduga sebagai persiapan balap liar pada dini hari.
- Polisi memastikan aksi tersebut telah dibubarkan.
- Warganet mengecam tindakan pemuda karena membahayakan keselamatan publik.
Madiun (beritajatim.com) – Aksi sekelompok pemuda yang diduga hendak menggelar balap liar dengan menutup akses jalan di simpang empat Jalan H Agus Salim, Kota Madiun, viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (29/4/2026) dini hari sekitar pukul 01.16 WIB dan terekam kamera CCTV milik Pemerintah Kota Madiun.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan sejumlah pemuda menguasai area persimpangan saat kondisi lalu lintas relatif sepi. Mereka tampak berjaga di beberapa titik strategis untuk menghalangi kendaraan lain melintas.
Dalam rekaman, seorang pemuda mengenakan pakaian hitam berdiri di tengah jalan dari arah Jalan Citandui menuju Jalan H Agus Salim. Sementara seorang lainnya berbaju hijau berjaga di ujung Jalan Merpati yang mengarah ke simpang utama.
Posisi para pemuda tersebut diduga sengaja untuk menutup akses dari dua arah berbeda demi mengamankan lokasi bagi aktivitas balap liar.
Beberapa saat kemudian, terlihat sepeda motor modifikasi menyerupai motor balap berhenti di dekat simpang empat tersebut. Kendaraan itu diduga dikendarai oleh joki balap liar yang telah bersiap memanfaatkan jalanan yang telah dikondisikan.
Dugaan kuat mengarah bahwa penutupan jalan tersebut merupakan bagian dari persiapan balap liar yang biasa terjadi di sejumlah ruas jalan protokol pada waktu dini hari.
Viralnya video tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat. Banyak warganet mengecam aksi tersebut karena dianggap sangat membahayakan pengguna jalan lain serta berpotensi menyebabkan kecelakaan serius.
Kasatlantas Polres Madiun Kota AKP Nanang Cahyono memastikan pihak kepolisian telah mengambil tindakan cepat terhadap aktivitas tersebut.
“Sudah dibubarkan,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Meski aksi tersebut telah dihentikan, hingga kini belum ada keterangan resmi lebih lanjut terkait kemungkinan adanya pelaku yang diamankan maupun proses hukum lanjutan terhadap para pemuda yang terlibat. [rbr/beq]





