Surabaya (beritajatim.com) – Jagat maya digemparkan dengan beredarnya video sejumlah karyawan CV Sentosa Seal yang tertangkap kamera keluar dari gudang milik perusahaan tersebut.
Padahal, bangunan di kawasan Komplek Pergudangan Margomulyo, Surabaya itu sebelumnya telah disegel oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.
Rekaman tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @info_surabaya pada Jumat malam (2/5/2025), dan langsung memicu reaksi beragam dari warganet.
Dalam video terlihat jelas sejumlah orang keluar dari dalam gudang. Meskipun area tersebut telah diberi segel resmi oleh Pemerintah Kota Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Tampak dalam video, beberapa orang wanita berlarian keluar dari dalam gedung. Bahkan ada juga beberapa di antaranya yang keluar dengan berboncengan motor.
Adapun yang terakhir, seseorang berambut sebahu tampak mengunci pintu gerbang gudang tersebut, sembari mencoba menempelkan kembali garis polisi.
Sebelumnya, penyegelan gudang tersebut dilakukan pada 22 April 2025 lalu, menyusul temuan bahwa CV Sentosa Seal tidak mengantongi izin resmi berupa Tanda Daftar Gudang (TDG).
Tindakan tegas ini merupakan bagian dari upaya Pemkot untuk menegakkan aturan perizinan usaha dan tata kelola wilayah industri yang sesuai.
Namun, fakta bahwa karyawan masih terlihat beraktivitas memunculkan dugaan bahwa perusahaan tersebut mengabaikan instruksi penyegelan dan tetap menjalankan operasional secara diam-diam. Sejumlah warga sekitar pun mengaku curiga karena beberapa kali melihat aktivitas mencurigakan di area gudang.
Melihat video yang viral tersebut, tak sedikit warganet yang ikut geram.
“Sekelas Walikota, Polda, Disnaker gak digubris Diana… Gudang disegel yo sek dibuka… .Ga onok tindakan hukum ta buka segel larangan masuk ?!?!!!,” komen (et) farrel***.
Namun, tak sedikit juga warganet yang memakluminya. Hal ini lantaran para karyawan CV Sentosa Seal dinilai hanya ingin bekerja untuk menyambung hidup.
“Ojok salahno karyawan e rek, aku yakin
mereka mek nurut perintah bos e. asli e
mereka yo wes mangkel tapi yopo maneh
kerjo gawe nyambung orep. Mending cancel
ae nak bos e n pemerintah kudu teges nak
owner e,” ujar (et) rusdi***. [fyi/beq]






